Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Panen Cuan! Emas Makin Diburu saat Pasar Saham Anjlok

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak US$29,3 atau 1,49 persen, menjadi ditutup pada US$1.995,90 per ounce.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Maret 2022  |  06:18 WIB
Panen Cuan! Emas Makin Diburu saat Pasar Saham Anjlok
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas kembali melonjak di dekat level psikologis US$2.000 pada akhir perdagangan Senin (7/3/2022) waktu setempat, karena kian meningkatnya agresi Rusia di Ukraina meningkatkan risiko geopolitik yang mendorong permintaan safe-haven terhadap logam kuning.

Mengutip Antara, Selasa (8/3/2022), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak US$29,3 atau 1,49 persen, menjadi ditutup pada US$1.995,90 per ounce. Ini merupakan harga penyelesaian emas tertinggi sejak pertengahan Agustus 2020.

Akhir pekan lalu, Jumat (4/3/2022), emas berjangka melambung US$30,7 atau 1,59 persen menjadi US$1.966,60, setelah meningkat US$13,6 atau 0,71 persen menjadi US$1.935,90 pada Kamis (3/3/2022), dan tergelincir US$21,5 atau 1,11 persen menjadi US$1.922,30 pada Rabu (2/3/2022).

Emas untuk sementara sempat melintasi US$2.000 pada Senin (7/3/2022), pertama kali dalam setahun, tetapi gagal bertahan di atas level tersebut.

"Jika kita tidak melihat semacam de-eskalasi (antara Rusia dan Ukraina) segera, kita akan melihat emas pada rekor tertinggi lebih cepat," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

"Pasar saham berada dalam situasi kacau sekarang. Anda akan terus melihat tekanan jual dan itu juga bullish untuk logam."

Indeks utama Wall Street turun sekitar satu persen karena lonjakan harga minyak mentah memicu kekhawatiran tentang inflasi spiral.

Emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan. Hal ini juga dipandang sebagai lindung nilai terhadap kenaikan inflasi.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada Minggu (6/3/2022) bahwa Washington sedang dalam "diskusi yang sangat aktif" dengan mitra Eropanya tentang larangan impor minyak dari Rusia. Sebelum itu, beberapa bank Rusia telah dihapus dari SWIFT, jaringan pembayaran internasional yang mengalirkan hampir semua informasi keuangan.

Emas naik 4,2 persen dalam minggu lalu, kenaikan terbesar sejak Juli 2020.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 6,9 sen atau 0,27 persen, menjadi ditutup pada US$25,72 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik US$0,20 atau 0,02 persen, menjadi ditutup pada US$1.116,6 per ounce.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini logam mulia harga emas comex

Sumber : Antara

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top