Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kejar Dividen Jumbo Bank Mega? Catat Jadwal Cum Date Pekan Ini

Bank milik konglomerat Chairul Tanjung, Bank Mega (MEGA), akan menebar saham bonus dan dividen jumbo. Simak jadwal pembagian dividennya pekan ini.
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang Bank Mega di Jakarta, Rabu (11/11/2020). Bank Mega mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja positif hingga akhir September 2020, laba sebelum pajak naik 27,7 persen menjadi Rp 2,2 triliun dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 1,7 triliun. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang Bank Mega di Jakarta, Rabu (11/11/2020). Bank Mega mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja positif hingga akhir September 2020, laba sebelum pajak naik 27,7 persen menjadi Rp 2,2 triliun dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 1,7 triliun. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Rangkaian pembagian dividen PT Bank Mega Tbk. (MEGA) akan memasuki periode cum date pada pekan ini.

Emiten berkode saham MEGA itu akan membagikan total saham bonus sebanyak 4,78 miliar saham hingga dividen jumbo senilai Rp2,8 triliun.

Berdasarkan informasi yang dikutip Senin (7/3/2022), cum date pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 9 Maret 2022. Selanjutnya, cum date untuk pasar tunai jatuh pada 11 Maret 2022.

Dalam risalah rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Bank Mega, menetapkan sebesar Rp2,8 triliun akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen tunai. Jumlah tersebut setara dengan 69,86 persen dari laba bersih tahun buku 2021 senilai Rp4,01 triliun.

Pembayaran dividen tunai sebesar Rp2,8 triliun atau sebesar Rp402,0807561 per saham akan dibagikan kepada 6.963.775.206 saham perseroan.

Dividen tunai akan dibagikan kepada pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (recording date) pada tanggal 11 Maret 2022. Selanjutnya, tanggal pembayaran dividen tunai tahun buku 2021 dijadwalkan pada 23 Maret 2022.

Diketahui, Bank Mega membukukan laba bersih sepanjang 2021 sebesar Rp4,01 triliun. Selain dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen tunai, laba bersih tersebut juga akan digunakan sebanyak Rp51,55 juta sebagai dana cadangan guna memenuhi ketentuan Pasal 70 UUPT.

Lalu, sisanya sebesar Rp1,20 triliun akan dibukukan sebagai saldo laba. Tercatat, total aset perusahaan milik Chairul Tanjung ini tumbuh 18,42 persen year on year/yoy, menjadi Rp132,87 triliun pada 2021.

Adapun, penambahan aset tersebut salah satunya didorong oleh penyaluran kredit yang tumbuh 25,14 persen yoy menjadi Rp60,67 triliun pada 2021.  Rasio NPL Gross dan NPL Net yang turun, dari 1,39 persen dan 1,07 persen pada 2020 menjadi 1,12 persen dan 0,81 persen pada 2021. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper