Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mantap! Laba Bersih Matahari Department Store (LPPF) Balik Rugi Jadi Laba Rp913 Miliar

PAda tahun sebelumnya, Matahari Department Store (LPPF) mencatatkan rugi bersih Rp873 miliar.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 03 Maret 2022  |  10:17 WIB
Mantap! Laba Bersih Matahari Department Store (LPPF) Balik Rugi Jadi Laba Rp913 Miliar
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatatkan laba bersih sebesar Rp913 Miliar pada 2021, naik 205 persen dibandingkan dengan kerugian sebesar Rp873 miliar pada 2020. - matahari.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membukukan kinerja yang melampaui ekspektasi sepanjang 2021, seiring dengan membaiknya tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan jika dibandingkan dengan 2020.

Perseroan mengumumkan penjualan kotor sepanjang 2021 mencapai Rp10,28 triliun, 20 persen lebih tinggi dibandingkan dengan Januari—Desember 2020. Sementara itu, penjualan bersih naik 15 persen menjadi Rp5,58 triliun.

Matahari mencatatkan laba bersih sebesar Rp913 miliar pada 2021 dibandingkan dengan kerugian sebesar Rp873 miliar pada 2020. Hal ini didukung oleh kinerja perdagangan pada kuartal IV/2021, pelonggaran PPKM, dan inisiatif yang diambil Perseroan.

Adapun EBITDA mencapai Rp1,3 triliun (vs panduan Rp1 triliun), meskipun kunjungan ke pusat perbelanjaan belum kembali ke kondisi sebelum pandemi. Pada 2021, SSSG masih lebih rendah 41,5 persen dibandingkan dengan 2019, sementara kunjungan mal 43 persen di bawah kinerja 2019.

Meski demikian, kinerja perdagangan pada kuartal IV/2021 yang kuat imbas dari pelonggaran PPKM dan sejumlah strategi perusahaan telah menghasilkan EBITDA sebesar Rp527 miliar atau 41,4 persen lebih tinggi daripada situasi sebelum pandemi di 2019. Laba bersih pada 3 bulan terakhir 2021 mencapai Rp474 miliar, kendati tingkat kunjungan baru mencapai 60 persen dibandingkan dengan level pada kuartal IV/2019.

Lebih lanjut, produktivitas penjualan tumbuh 9,2 persen pada kuartal IV/2021 dibandingkan dengan kuartal IV/2020. Adapun margin kotor pada kuartal IV/2021 berada di 35,2 persen, sementara pada kuartal IV/2020 di 31,3 persen dan 32,5 persen di kuartal IV/2019.

Wakil Presiden Direktur dan CEO Matahari Terry O’Connor mengatakan puncak kasus Covid-19 di Jakarta akibat varian Omicron yang telah dilewati dan di level nasional yang membaik memberi peluang bagi Matahari untuk menangkap peluang pada momen Lebaran.

“Dengan tingkat kunjungan ke mal berbalik positif pascapenyebaran Omicron, pakaian untuk travel dan pakaian acara khusus menjadi lebih relevan. Kebangkitan ritel fesyen yang terjadi di Amerika Serikat, Eropa, dan lainnya masih diharapkan pada 2022,” kata O’Connor melalui keterangan resmi yang dikutip Kamis (3/3/2022).

Oleh karena itu, lanjutnya, Perusahaan merevisi target EBITDA 2022 dari panduan sebelumnya Rp1,8 triliun menjadi Rp2,0 triliun.

“Kami berterima kasih kepada rekan kerja kami yang bekerja keras dan penuh semangat untuk semua kontribusi berkelanjutan mereka atas kemajuan kami yang kuat,” katanya.

Sampai akhir 2021, Matahari mengoperasikan total 139 gerai di 77 kota di seluruh Indonesia, setelah membuka 3 gerai baru pada tahun 2021 yang berlokasi di Balikpapan, Batam, dan Cianjur yang sejauh ini memperlihatkan penjualan di atas ekspektasi.

Ke depannya, perusahaan berencana membuka 12—15 gerai setiap tahunnya dalam jangka panjang dan menengah. Untuk tahun ini, Matahari berencana membuka setidaknya 10 gerai anyar, termasuk gerai signature baru yang sedang dibangun di Mal Taman Anggrek Jakarta dan Plaza Ambarukmo Yogyakarta Mall.

“Pengerjaan konsep format baru juga sedang berjalan, dan Perseroan hampir menyelesaikan format baru di Supermal Karawaci Tangerang,” kata O’Connor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

matahari department store Kinerja Emiten lppf
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top