Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bappebti Targetkan Transaksi Berjangka Mencapai Rp200 Triliun pada 2022, Begini Strateginya!

Dari catatan Bappebti, transaksi kontrak berjangka pada 2021 mencapai 14,5 juta lot, naik 10,3 persen dari 2020 itu 13,2 juta lot.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 27 Februari 2022  |  12:27 WIB
Karyawan mengamati Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), di galeri Bursa Berjangka Komoditi , Jakarta, Senin (15/5). - JIBI/Endang Muchtar
Karyawan mengamati Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), di galeri Bursa Berjangka Komoditi , Jakarta, Senin (15/5). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menargetkan ada kenaikan jumlah dan volume transaksi komoditas berjangka pada tahun ini mencapai Rp200 triliun.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Tirta Karma Senjaya menjelaskan, transaksi kontrak berjangka pada 2021 mencapai 14,5 juta lot, naik 10,3 persen dari 2020 itu 13,2 juta lot.

“Namun, secara nilai kita lihat dengan menggunakan daftar marginnya, tahun 2021 itu hanya Rp199,2 triliun. Ini tentu saja hampir mencapai 200 triliun, tapi turun 2 persen dari 2020 Rp203,6 triliun,” jelasnya dalam keterangan pers, dikutip Minggu (27/2/2022).

Bappebti mengharapkan target 2022 tetap mencapai Rp200 triliun, ditambahkan dengan beberapa kontrak-kontrak yang diusulkan kepada Bappebti termasuk dari bursa berjangka seperti ICDX.

“Harapannya juga akan menambah animo masyarakat termasuk ke depan juga nanti ada kontrak yang Micro Lot, yang dapat menyaring lebih banyak investor pemula karena tadinya kalau mau beli mahal 1 lot Rp2 juta, nanti bisa hanya 10.000, jadi bisa dapat lot lebih banyak,” terangnya.

Adapun, komoditas yang masih menjadi andalan masih berkisar di komoditas seperti emas, CPO, olein, dan mata uang asing.

Sebelumnya, bursa berjangka ICDX mencatatkan pertumbuhan nasabah milenial makin tinggi pada 2021, menandakan peningkatan minat anak muda terhadap perdagangan komoditas dan perdagangan berjangka.

CEO ICDX, Lamon Rutten yang mengatakan bahwa jumlah nasabah milennial ICDX pada tahun 2021 tumbuh 37 persen. Untuk semakin mendorong minat anak muda terjun ke dunia Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), ICDX menginisiasi kampanye Bursa Masa Kini

“Kampanye Bursa Masa Kini sebagaimana komitmen ICDX untuk mendorong pertumbuhan PBK di Indonesia, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui berbagai program literasi dan edukasi,” jelas Rutten.

Rutten mengharapkan, dengan adanya Kampanye Bursa Masa Kini akan semakin banyak masyarakat yang paham dan merasa aman bertransaksi di PBK, yang nantinya akan semakin mendorong pertumbuhan transaksi PBK serta pergerakan ekonomi negara.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bappebti icdx kontrak berjangka
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top