Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Cari Aman saat Ukraina-Rusia Memanas, Harga Emas Melonjak Naik

Kenaikan harga emas tak lepas dari memanasnya situasi di Ukraina akibat operasi militer Rusia. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terangkat US$15,9 dolar AS atau 0,83 persen.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  08:52 WIB
Karyawan menunjukan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Senin (14/2/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Karyawan menunjukan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Senin (14/2/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas melonjak naik pada akhir perdagangan Kamis (24/2/2022) waktu Amerika Serikat (Jumat pagi WIB), setelah sempat mencapai level tertinggi dalam 13 bulan dan di atas US$1.975.

Kenaikan harga emas tak lepas dari memanasnya situasi di Ukraina akibat operasi militer Rusia. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terangkat US$15,9 dolar AS atau 0,83 persen dan ditutup pada US$1.926,30 ounce sebagaimana dikutip dari Antara.

Harga emas sempat mencapai level tertinggi di level US$1.976,20 pada Januari 2021. Pergerakan emas tak lepas dari reaksi pemerintahan Presiden AS Joe Biden yang mengumumkan serangkaian sanksi baru bagi Rusia. 

Dalam sanksi terbaru terhadap Moskow, Biden membatasi akses internasional untuk lima bank besar Rusia, termasuk VTB. AS juga membekukan aset Rusia di Amerika dan membatasi kemampuan Rusia untuk mengimpor teknologi utama untuk peningkatan militer dan industri.

"Jika sanksi saat ini adalah batas respons, dampak ekonomi terbatas. Jadi, kami melihat short-covering di saham," kata trader independen di New York Tai Wong.

Namun, harga emas berjangka sempat turun mencapai US$18 atau hampir 10 persen menjadi sekitar US$1.892 per ounce. Emas berjangka merosot karena imbal hasil obligasi pemerintah AS berjangka 10 tahun naik dari level terendah 1,846 persen ke level tertinggi 1,975 persen.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq Wall Street juga bergerak ke zona hijau setelah sempat turun sekitar 2,0 persen. Perputaran risiko ini lantas jadi penghadang daya pikat emas. Wall Street menguat dalam perdagangan sore dan indeks Nasdaq naik hampir 2,0 persen setelah komentar Biden tentang Rusia.

"Aksi jual emas pada sore dipercepat setelah Presiden Biden meluncurkan sanksi putaran berikutnya, yang menurut banyak orang tidak cukup memukul," kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda.

"Namun, invasi Rusia ke Ukraina adalah gamechanger dan permintaan safe-haven akan tetap tinggi dan harga emas kemungkinan akan mendapat dukungan kuat dalam jangka pendek."

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Kamis (24/2) bahwa klaim pengangguran awal AS turun 17.000 menjadi 232.000 dalam pekan yang berakhir 19 Februari. Hal ini juga membatasi kenaikan harga emas.

Untuk logam mulia lainnya, perak naik 13,4 sen atau 0,55 persen untuk pengiriman pada Maret menjadi US$24,68 per ounce.  Sementara itu, platinum untuk pengiriman pada bulan April turun US$29,6 atau 2,71 persen menjadi US$1.062,10 per ounce.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini Harga Emas Antam harga emas comex harga emas pegadaian
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top