Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Masih Menunggu Momentum Beli Saham Properti

Investor masih menunggu untuk membeli saham properti dan real estat karena beberapa katalis yang masih membayangi di tahun ini.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  07:02 WIB
Pekerja melintas di depan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (12/8/2020). Bisnis - Abdurachman
Pekerja melintas di depan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (12/8/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Analis mengungkapkan saat ini investor masih menunggu untuk membeli saham properti dan real estat karena beberapa katalis yang masih membayangi di tahun ini.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengungkapkan bahwa indeks IDX Sector Properties & Real Estate pada masa pandemi Covid-19 mengalami penurunan kinerja sehingga tidak diminati oleh investor.

Selain kinerjanya secara sektoral yang negatif, penurunan minat juga terlihat pada keluarnya emiten-emiten properti dan real estat dalam konstituen indeks LQ45.

Terlepas dari itu Wawan mengakui bahwa secara prospek seiring dengan pertumbuhan ekonomi, ekspektasi pelaku pasar untuk sektor properti akan ada peningkatan tetapi dibayangi beberapa katalis negatif. 

Wawan memperkirakan bahwa ekspektasi perbaikan kinerja emiten properti di kuartal IV/2021 tidak akan melebihi kinerja pada masa sebelum pandemi, walau sudah mulai membaik jika dibandingkan 2020.

Sementara, sektor lain pada tahun ini justru telah mulai nampak mencatatkan pertumbuhan kinerja signifikan. Terutama sektor finansial menurut Wawan telah melampaui kinerja pada sebelum pandemi Covid-19.

“Kalau seperti itu, saya rasa investor masih wait and see terhadap sektor properti,” ungkap Wawan kepada Bisnis, Kamis (24/2/2022).

Di sisi lain, karena perbaikan kinerja yang cenderung lambat, di tahun ini pelaku pasar sedang menanti kenaikan suku bunga yang secara tidak langsung ungkap Wawan akan menahan investor untuk berinvestasi di sektor properti ini.

Selain itu, di dalam negeri pemerintah diketahui melakukan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau tax amnesty jilid II yang membuat minat investor pada sektor properti dan real estat ikut menurun.

Terlepas dari itu, Wawan berpendapat bahwa para pelaku pasar saat ini tengah menunggu laporan keuangan tahun 2021 sebagai petunjuk apakah ada pertumbuhan atau tidak di sektor properti.

Kemudian juga pertumbuhan ekonomi di kuartal I/2022 apakah bisa setinggi pertumbuhan pada kuartal IV/2021 yaitu sebesar 5 persen.

Wawan juga mengharapkan bahwa kenaikan harga komoditas akibat konflik Ukraina dan Rusia bisa ikut berdampak positif bagi indeks IDX Sector Properties and Real Estate.

“Mudah-mudahan itu bisa menjadi katalis positif juga, tapi bukan dalam waktu dekat ini. Mungkin [pertumbuhan IDX Sector Properties and Real Estate] di kuartal tiga atau empat di tahun ini,” ungkap Wawan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, per Kamis (24/2/2022), indeks IDX Sector Properties & Real Estate sepanjang tahun telah melemah 7,09 persen.

Sedangkan dengan kinerja terburuk sepanjang tahun ini berada pada indeks IDX Sector Technology yang mencatatkan pelemahan sebesar 10,29 persen.

Pelemahan tersebut tidak sejalan dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah mencatatkan pertumbuhan 3,59 persen secara year to date (ytd).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI properti Kinerja Emiten
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top