Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengelola Indomaret (DNET) Klarifikasi Soal Timbunan Minyak Goreng

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) mengonfirmasi perihal informasi temuan timbunan minyak goreng di Deli Serdang, Sumatera Utara.
Hafiyyan & Lorenzo A. Mahardika
Hafiyyan & Lorenzo A. Mahardika - Bisnis.com 22 Februari 2022  |  19:16 WIB
Gerai Indomaret - JIBI
Gerai Indomaret - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Entitas Grup Salim PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) yang memegang 40 persen saham pengelola gerai Indomaret, PT Indomarco Prismatama buka suara perihal kasus timbunan minyak goreng.

Corporate Secretary Indoritel Makmur Internasional Kiki Yanto Gunawan menyampaikan perusahaan mengonfirmasi perihal informasi temuan timbunan minyak goreng di Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Dengan tegas pihak PT Indomarco Prismatama menyatakan bahwa tidak ada penimbunan di gudang mereka," paparnya dalam keterangan tertulis, Selasa (22/2/2022).

Minyak goreng merk Parveen merupakan minyak goreng hasil produksi daerah setempat. Barang yang ada di gudang sesuai SOP wajib didistribusikan ke toko-toko Indomaret di daerah tersebut sesuai permintaan.

Kiki menyampaikan pihak Indomarco telah memberikan penjelasan kepada pihak berwenang Polda Sumatera Utara mengenai skema pendistribusian. Polda Sumut pun menyatakan status kasus ini telah berakhir.

Menurut Kiki, Indomarco tidak pernah melakukan penimbunan persediaan produk. Perusahaan tetap menjalankan SOP bahwa barang di gudang wajib segera didistribusikan ke gerai Indomaret.

Sebelumnya, produsen minyak goreng bawah naungan Grup Salim, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), menjadi sorotan setelah Satgas Pangan Sumatra Utara menemukan sekitar 1,1 juta kilogram (kg) atau 1.100 ton minyak goreng kemasan dengan merek inisial B di salah satu gudang di Deli Serdang.

Penemuan tersebut merupakan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Tim Satgas Pangan terkait kelangkaan minyak goreng subsidi seharga Rp14.000 per liter baik di pasar tradisional maupun retail modern.

Kelangkaan hingga ketiadaan stok yang dialami banyak pedagang akhirnya sampai langsung ke telinga Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sumatra Utara Naslindo Sirait saat menggelar inspeksi mendadak atau sidak pada Kamis (17/2/2022) lalu.

Tim Satgas Pangan Sumatra Utara kemudian menemukan sekitar 1,1 juta kilogram atau 1.100 ton produk minyak goreng kemasan tertumpuk dengan merek inisal B dalam gudang suatu produsen di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Jumat (18/2/2022).

Beranjak dari hasil sidak itu, Naslindo bersama beberapa anggota tim Satgas Pangan Sumatra Utara lainnya lanjut menyambangi sejumlah gudang produsen maupun distributor minyak goreng.

“Kami melihat fakta terdapat stok minyak goreng yang siap dipasarkan sekitar 1,1 juta kilogram bertumpuk di gudang," kata Naslindo kepada Bisnis.

Kepada tim, seorang pegawai gudang membenarkan bahwa jutaan kilogram minyak goreng tersebut belum disalurkan ke pedagang. Alasannya karena kebijakan yang diambil pihak manajemen.

Setelah mendengar pengakuan itu, Naslindo meminta kepada manajemen produsen agar segera menyalurkan minyak goreng di gudang tersebut ke para distributor. Sehingga kelangkaan stok di tingkat pedagang dan pengecer dapat diatasi pada waktu dekat.

"Kami juga akan terus melakukan monitoring dan sidak ke produsen dan distributor lainnya untuk memastikan tidak ada yang melakukan penimbunan," katanya.

Menanggapi temuan tersebut, manajemen SIMP menegaskan bahwa minyak goreng kemasan di gudang Deli Serdang merupakan stok yang siap dikirimkan ke pemesan. Perusahaan secara implisit membantah dugaan penimbunan.

"SIMP sebagai Perusahaan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia senantiasa mematuhi semua peraturan dan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Dalam hal ini terkait dengan peraturan Kemensterian Perdagangan," kata Sekretaris Perusahaan SIMP Yati Salim melalui siaran pers.

Yati mengemukakan bahwa pabrik minyak goreng perusahaan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan minyak goreng di pabrik mi instan Grup Indofood yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk di Deli Serdang.

"Hal ini demi memastikan kebutuhan pangan tersedia suplainya dengan baik," katanya.

Hasil produksi minyak goreng perusahaan di pabrik Lubuk Pakam, Deli Serdang dialokasikan terutama untuk kebutuhan pabrik mi instan Indofood di wilayah Sumatra dengan volume sebesar 2.500 ton per bulan.

Selain untuk memenuhi kebutuhan sendiri, Yati mengatakan kelebihan produksi diproses SIMP menjadi minyak goreng bermerek dalam berbagai ukuran terutama kemasan 1 liter dan 2 liter sebanyak 550.000 karton per bulan. SIMP tercatat memproduksi sejumlah merek minyak goreng kemasan, di antaranya adalah Bimoli, Bimoli Spesial, Delima, dan Happy.

"Produksi ini rutin didistribusikan kepada distributor dan pasar modern kami yang berada di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Selatan dan Jambi," terangnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak goreng dnet grup salim indoritel makmur indomaret
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top