Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Live

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 22 Februari 2022

Setelah menyentuh all time high, hari ini IHSG memiliki peluang bergerak melemah dan diperkirakan bergerak pada rentang 6.859 – 6.927.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 22 Februari 2022  |  15:23 WIB
Karyawan berada di dekat monito pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/1). Bisnis - Nurul Hidayat
Karyawan berada di dekat monito pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/1). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (22/2/2022).

Berdasarkan data Bloomberg, pada Senin (21/2/2022) kemarin, IHSG ditutup menguat 0,15 persen atau 10,14 poin ke level 6.902,96 setelah bergerak dalam kisaran 6.886,13 - 6.927,90.

Kapitalisasi bursa terpantau mencapai Rp8.743,08 triliun. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp608,53 miliar. Sebanyak 223 saham menguat, 292 saham melemah dan 163 saham stagnan.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, sektor teknologi, finansial, consumer cyclical, dan basic industry mendominasi kenaikan IHSG kemarin.

Berdasarkan analisa teknikal, Nico memprediksi saat ini IHSG memiliki peluang bergerak melemah. IHSG diperkirakan bergerak pada rentang 6.859 – 6.927.

Pada perdagangan hari ini, Nico merekomendasikan investor untuk mencermati saham MNCN dengan target support dan resistensi 890-990, saham RALS pada 620-700, dan BRIS pada 1.640-1.920. 

Sementara itu, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan memprediksi IHSG akan bergerak menguat. Dia menjelaskan secara teknikal candlestick, IHSG membentuk higher high dan higher low dengan stochastic yang menyempit mengindikasikan potensi penguatan namun dengan rentang yang terbatas.

“Pergerakan masih akan minim sentimen dari data ekonomi. Investor masih akan mencermati perkembangan dari ketegangan antara Rusia dan Ukraina,” ujar Dennies

Untuk perdagangan hari ini, Artha Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dengan support 6.883 dan 6.864 serta resistensi 6.924 dan 6.946.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

15:21 WIB

IHSG ditutup anjlok 0,59 persen

IHSG parkir pada posisi 6.861,99, melemah 40,97 poin atau turun 0,59  persen. IHSG diperdagangkan di rentang 6.823,94—6.903,99 hari ini.

Tercatat, 176 saham menguat, 365 saham melemah dan 138 saham bergerak di tempat.

14:45 WIB

Jelang penutupan, IHSG merah

Menjelang penutupan, IHSG masih terkoreksi 0,63 persen atau 45,53 poin ke 6.859,42 

Sebanyak 157 saham menguat, 393 saham melemah dan 129 saham stagnan. 

13:41 WIB

Masuk sesi II, IHSG anjlok 1 persen

IHSG terkoreksi 1,02 persen atau 70,70 poin ke 6.832,26 saat memasuki sesi II perdagangan pada 13.42 WIB.

Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di kisaran 6.827,88 - 6.903,99. 

11:40 WIB

IHSG sesi I turun 0,80 persen

IHSG terkoreksi 0,80 persen atau 55,17 poin ke 6.847,78 pada akhri sesi I perdagangan hari ini.

Sebanyak 120 saham menguat, 380 saham melemah dan 166 saham stagnan. 

10:31 WIB

IHSG terkoreksi 0,81 persen

IHSG terkoreksi 0,81 persen atau 55,96 poin ke 6.846,99 pada 10.30 WIB. 

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.843,12 - 6.903,99. 

09:01 WIB

Pagi-pagi, IHSG langsung amblas

IHSG mengawali perdagangan hari ini dengan melemah 0,29 persen atau 19,79 poin ke 6.883,17. 

Sebanyak 143 saham menguat, 116 saham melemah dan 228 saham diperdagangkan stagnan. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham penggerak ihsg
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top