Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kino Indonesia (KINO) Hadapi Tantangan Tingginya Harga Bahan Baku

Emiten consumer goods, PT Kino Indonesia Tbk (KINO), menyatakan kenaikan harga komoditas dunia yang berimbas ke kenaikan harga bahan baku masih menjadi tantangan bagi perusahaan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 20 Februari 2022  |  14:17 WIB
Direktur Keuangan Kino Indonesia Budi Muljono memberikan paparan kinerja dalam acara Pubex Live 2020, Rabu (26/8 - 2020).
Direktur Keuangan Kino Indonesia Budi Muljono memberikan paparan kinerja dalam acara Pubex Live 2020, Rabu (26/8 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten consumer goods, PT Kino Indonesia Tbk (KINO), menyatakan kenaikan harga komoditas dunia yang berimbas ke kenaikan harga bahan baku masih menjadi tantangan bagi perusahaan.

Maka itu, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan KINO Budi Muljono  berharap perbaikan konsumsi masyarakat diharapkan bisa mengkompensasi hal tersebut.

"Untuk kenaikan harga bahan baku memang menjadi isu yang dihadapi bersama oleh semua produsen. Oleh karena itu, salah satu pilihan memang melakukan penyesuaian harga," katanya dikutip Minggu (20/2/2022).

Budi memperkirakan harga bahan baku akan memasuki fase normalisasi ke depan. Selain itu, perbaikan konsumsi juga diyakini mulai berangsur terjadi ketika gelombang pandemi akibat varian Omicron teratasi.

"Untuk perbaikan konsumsi, kami mengharapkan akan terjadi setelah gelombang ketiga Covid-19 mereda dan [status] pandemi [berubah] menjadi endemi. Dengan demikian aktivitas berangsur pulih dan terjadi perbaikan konsumsi serta daya beli masyarakat," tambahnya.

Ke depan, Budi menyatakan perusahaan akan mengoptimasi penjualan pada produk-produk yang secara permintaan masih terjaga di tengah pandemi.

Berdasarkan laporan keuangan per kuartal III/2021 penjualan segmen farmasi tercatat tumbuh 12 persen menjadi Rp46,22 miliar, produk minuman tumbuh 19 persen menjadi Rp1,40 triliun, segmen makanan naik 1 persen menjadi Rp304,80 miliar, dan segmen perawatan tubuh turun 26 persen menjadi Rp1,17 triliun.

Sebagaimana diketahui, KINO merupakan produsen dari sejumlah kebutuhan sehari-hari seperti minuman penyegar Larutan Cap Kaki Tiga, vitamin rambut Ellips, permen Kino, sampai Sleek Baby.

Penjualan KINO secara kumulatif pada periode Januari sampai September 2021 terkoreksi 5,75 persen menjadi Rp2,93 triliun. Laba bersih perusahaan turun sampai 48,78 persen dari Rp161,69 miliar menjadi Rp82,80 miliar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Aksi Korporasi Kinerja Emiten sektor konsumer Covid-19
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top