Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wall Street Ambrol Tertekan Sentimen Konflik Rusia-Ukraina

Ketiga indeks utama Wall Street turun tajam pada Kamis karena investor bergulat dengan kecemasan baru atas ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 18 Februari 2022  |  05:20 WIB
Wall Street Ambrol Tertekan Sentimen Konflik Rusia-Ukraina
Pekerja berada di lantai Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (3/1/2021). Bloomberg - Michael Nagle
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Wall Street anjlok pada perdagangan Kamis (17/2/2022) seiring dengan memanasnya konflik Rusia dan Ukraina yang membuat investor panik.

S&P 500 turun -2,12 persen menjadi 4.380,04, Dow Jones turun -1,78 persen menjadi 34.311,18, dan Nasdaq turun -2,88 persen menjadi 13.716,72

Mengutip Yahoo Finance, ketiga indeks utama Wall Street turun tajam pada Kamis karena investor bergulat dengan kecemasan baru atas ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina menyusul peringatan dari Presiden Joe Biden bahwa tindakan militer oleh Kremlin tampaknya sudah dekat.

Presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Kamis bahwa ancaman invasi Rusia ke Ukraina "sangat tinggi" dan "setiap indikasi [Gedung Putih] adalah bahwa [Rusia] siap untuk pergi ke Ukraina."

Konflik telah menambah sentimen baru bagi pasar yang sudah bersiap untuk Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga karena tampaknya akan memperketat kondisi moneter untuk mengurangi tekanan inflasi yang melonjak.

Kekhawatiran bahwa Kremlin akan memberi lampu hijau langkah untuk memaksa negara tetangganya membangun kekhawatiran yang ada seputar kebijakan bank sentral karena potensi aksi militer untuk memperburuk inflasi dan memacu gangguan ekonomi lainnya.

“Ketika Anda memiliki lingkungan risk-off yang telah kita lihat sepanjang tahun, menambahkan Ukraina tentu saja tidak akan membantu situasi, jadi saya tidak terkejut melihat sensitivitas yang meningkat,” Chief Investment Officer Barrett Asset Management Amy Kong.

“Secara umum, kita telah melihat melalui waktu dan sejarah pasar saham, bahwa peristiwa geopolitik telah menekan pasar.”

Kong menambahkan berita seperti itu biasanya disambut dengan kejutan dan kepanikan, tetapi pada waktunya karena investor mencerna apakah peristiwa semacam itu akan berdampak pada fundamental pasar, jika jawabannya tidak, dalam jangka panjang kecemasan itu akan mereda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as rusia wall street bursa global

Sumber : Yahoo Finance

Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top