Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumber Tani (STAA) Gunakan Seluruh Dana IPO Untuk Hilirisasi

Calon emiten PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) akan mengembangkan industri hilir sawit menggunakan dana IPO.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 09 Februari 2022  |  17:04 WIB
Sumber Tani (STAA) Gunakan Seluruh Dana IPO Untuk Hilirisasi
Pabrik pengolahan kelapa sawit PT Sumber Tani Agung Resources Tbk. (STAA).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Calon emiten PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) akan mengembangkan industri hilir sawit dengan menggunakan seluruh dana dari hasil berencana untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO).

Presiden Direktur STAA Mosfly Ang mengatakan rencana perusahaan untuk mengembangkan sektor hilir sawit ditopang oleh kebijakan pemerintah. Menurutnya, beberapa kebijakan seperti penurunan bea ekspor crude palm oil (CPO) mengindikasikan niat pemerintah untuk meningkatkan industri hilir sawit guna memberi nilai tambah yang optimal.

“Melihat tren kebijakan pemerintah sejauh ini memang arahnya ke hilirisasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, kami memang membutuhkan pengembangan lanjutan pada sektor ini,” jelasnya dalam konferensi pers PT Sumber Tani Agung Resources Tbk, Rabu (9/2/2022).

Mosfly menambahkan pengembangan industri hilir sawit ini akan berimbas positif bagi perusahaan. Menurutnya, hal ini akan memperluas pangsa pasar STAA dengan terbukanya diversifikasi ke produk-produk turunan CPO.

Diversifikasi tersebut juga memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan pasar ekspornya. Mosfly menuturkan, sejauh ini porsi ekspor perusahaan adalah sekitar 30 persen dengan negara-negara tujuan ke Belanda, China, Korea Selatan, Malaysia, dan India.

Secara rinci, penggunaan dana IPO sebesar 54 persen akan digunakan untuk pembangunan refinery dengan kapasitas 2 ribu metrik ton (MT) CPO per hari. Pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan waktu 22 bulan dan diprediksi rampung pada Oktober 2023.

Sementara itu, sekitar 23 persen akan digunakan untuk membangun fasilitas dermaga yang akan membutuhkan waktu 22 bulan. Target penyelesaian proyek ini juga diprediksi pada Oktober 2023.

Terakhir, 23 persen dana yang ada akan digunakan untuk pembangunan tangki timbun dengan kapasitas 35 ribu MT dengan target penyelesaian Oktober 2023 dan waktu pembangunan 22 bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham bursa efek indonesia ipo aksi emiten
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top