Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diterpa Isu Omicron, BEI Sebut Ritel Masih Aktif

Bursa Efek Indonesia (BEI) meyakini investor ritel tetap aktif melakukan perdagangan kendati diterpa sentimen seperti merebaknya infeksi virus Omicron.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 01 Februari 2022  |  17:20 WIB
Diterpa Isu Omicron, BEI Sebut Ritel Masih Aktif
Karyawan melintas di dekat layar yang menampilkan logo Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (26/1/2022). Bisnis - Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada Januari 2022 tercatat mengalami penurunan disebabkan oleh sentimen Omicron. Namun Bursa Efek Indonesia (BEI) meyakini investor ritel tetap aktif melakukan perdagangan kendati diterpa sejumlah sentimen.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan kekhawatiran atas Omicron bepengaruh terhadap perdagangan selama Januari 2022. Selain itu adapula isu tapering yang dilakukan oleh The Fed yang dinilai ikut memberi tekanan dari sisi global.

"RNTH memang lebih rendah. Mungkin karena isu Omicron dan kenaikan suku bunga. Tapi rata-rata frekuensi tetap tinggi, menandakan investor ritel tetap aktif. Investor asing juga tetap net buy di Januari ini," katanya kepada Bisnis, Selasa (1/2/2022).

Senada, Head of Investment Research Wawan Hendrayana menerangkan bahwa penurunan transaksi saham, terjadi disebabkan oleh kekhawatiran efek negatif dari merebaknya Omicron. Menurutnya hal itu ikut memengaruhi selera pasar jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Awal 2021 itu kita penuh semangat karena ada vaksin dan pemulihan ekonomi. Investor baru juga banyak sehingga membuat pasar semarak. Tapi kalau sekarang, kita dihadapkan oleh Omicron,” katanya.

Selain itu dia menilai pasar tengah kekurangan penggerak. Berbeda dengan tahun lalu ketika saham-saham new economy seperti teknologi, bank digital, hingga mobil listrik menjadi penambah nafsu transaksi para investor. Lebih dari itu dia menilai, sejumlah investor yang mengalami kerugian cukup banyak sehingga transaksi menjadi lesu.

Wawan optimistis setelah badai Omicron berlalu, selera investor ke pasar modal akan kembali seperti semula.

Berdasarkan data BEI, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada Januari 2021 mencapai Rp20,51 triliun. Nilai itu sejalan dengan volume saham beredar harian sebesar 23,61 juta dengan transaksi harian sebanyak 1,56 juta kali. Adapun investor asing tercatat melakukan pembelian bersih hingga Rp10,94 triliun.

Sebaliknya pada Januari 2022, RNTH mencapai Rp12,21 triliun atau turun 40,46 persen. Begitu juga dengan volume saham beredar harian sebesar 19,76 juta atau turun 16,30 persen. Adapun transaksi harian tercatat 1,32 juta kali atau terkoreksi 15,38 persen. Sementara itu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih Rp6,09 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia investor investor ritel transaksi saham
Editor : Yustinus Andri DP
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top