Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anak Usaha Sarana Menara (TOWR), Protelindo Raih Pinjaman Rp500 Miliar

PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), meraih pinjaman Rp500 miliar dari Bank of China (Hong Kong) Limited (BOCHK)
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 25 Januari 2022  |  20:30 WIB
Vice President Director Protelindo Adam Gifari (kanan) bersama Director Indra Gunawan menjelaskan tentang kinerja perusahaannya saat berkunjung ke kantor Redaksi Harian Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (24/1). - JIBI/Abdullah Azzam
Vice President Director Protelindo Adam Gifari (kanan) bersama Director Indra Gunawan menjelaskan tentang kinerja perusahaannya saat berkunjung ke kantor Redaksi Harian Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (24/1). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR), PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), meraih pinjaman Rp500 miliar dari Bank of China (Hong Kong) Limited (BOCHK), cabang Jakarta.

Sekretaris Perusahaan Sarana Menara Nusantara Irfan Ghazali mengatakan, Protelindo telah menandatangani perjanjian kredit dengan BOCHK pada 21 Januari 2022. Selain Protelindo, anak usaha perseroan lainnya yakni PT Iforte Solusi Infotek (Iforte) juga menandatangani perjanjian dengan BOCHK.

"Pinjaman ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan umum perusahaan Protelindo," ujar Irfan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/1/2022).

Jangka waktu pinjaman ini adalah 48 bulan sejak penandatanganan perjanjian kredit.

Sehubungan dengan perjanjian kredit ini, Iforte akan menjamin kewajiban dari Protelindo. Menurut Irfan, struktur pemberian pinjaman dengan konsep pemberian pertanggungan oleh Iforte akan memungkinkan Protelindo memperoleh pembiayaan dengan syarat dan kondisi yang lebih baik.

"Pemberian fasilitas diharapkan dapat menunjang kegiatan usaha Protelindo, yang mana secara konsolidasi juga akan berdampak positif bagi perseroan," tuturnya.

Irfan memastikan, penandatanganan perjanjian kredit maupun pertanggungan perusahaan ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit sarana menara nusantara protelindo bank of china
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top