Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akhir 2021, Krakatau Steel (KRAS) Raup Pendapatan Baja Hilir Rp312 Miliar

Dalam program hilirisasi ini, Krakatau Steel bekerja sama dengan beberapa mitra potensial. Sehingga pihaknya tidak perlu membangun pabrik baru.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  17:28 WIB
Presiden Joko Widodo menandatangani baja produk terbaru saat meresmikan pabrik Hot Strip Mill 2 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Kota Cilegon, Banten, Selasa (21/9/2021). Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hot rolled coil (HRC) sebesar 1,5 juta ton per tahun dan merupakan pabrik pertama di Indonesia yang mampu menghasilkan HRC kualitas premium./ANTARA FOTO - Biro Pers Media Setpres/Agus Suparto
Presiden Joko Widodo menandatangani baja produk terbaru saat meresmikan pabrik Hot Strip Mill 2 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Kota Cilegon, Banten, Selasa (21/9/2021). Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hot rolled coil (HRC) sebesar 1,5 juta ton per tahun dan merupakan pabrik pertama di Indonesia yang mampu menghasilkan HRC kualitas premium./ANTARA FOTO - Biro Pers Media Setpres/Agus Suparto

Bisnis.com, JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) menyampaikan terus mengembangkan program hilirisasi sebagai bagian dari peningkatan penjualan.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, program hilirisasi ini sudah mengeluarkan 18 produk baja hilir hingga akhir 2021.

“Sepanjang 2021, pendapatan Krakatau Steel dari program hilirisasi ini mencapai Rp312 miliar, naik 5,7 kali lipat dibandingkan di awal program hilirisasi tahun 2020 yang sebesar Rp47 miliar,” kata Silmy dalam keterangan resminya, Selasa (11/1/2022).

Secara kuantitas, lanjutnya, produk baja program hilirisasi ini hingga 2021 sudah mencapai 17.900 ton, dari sebelumnya 3.200 ton di tahun 2020, atau meningkat 4,5 kali lipat.

Silmy menjelaskan, dalam program hilirisasi ini, Krakatau Steel bekerja sama dengan beberapa mitra potensial. Sehingga pihaknya tidak perlu membangun pabrik baru untuk program ini.

"Kami tidak perlu membangun pabrik untuk produk baja hilir. Namun, melalui kerja sama ini, pabrik mitra yang utilisasinya rendah bisa terbantu sehingga program ini mengedepankan semangat saling menguntungkan dan saling menguatkan,” ujar dia.

Lebih lanjut, Silmy menuturkan program hilirisasi ini memberikan kontribusi pada laba Krakatau Steel pada 2021 sebesar Rp33,9 miliar.

Produk baja hilirisasi yang sudah dikembangkan oleh Krakatau Steel diantaranya baja Kanal C, Reng Asimetris, Plat Talang, baja Hollow, baja atap, Metal Roof, Floordeck, CNP, Welded Beam, Tower, Customized Plate, Electric Pole, Fiber Optic Pole, Hot Bend Pipe, Guard Rail, Tower Guyed Mast, dan CTL.

“Program hilirisasi yang dilakukan oleh Krakatau Steel menjadi landasan perbaikan dan inovasi berkelanjutan pada 2022. Di tahun 2022, Krakatau Steel menargetkan meluncurkan 10 produk hilir baru,” tutur Silmy.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN baja krakatau steel
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top