Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cisadane Sawit Raya (CSRA) Bangun Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit di Tapanuli Selatan

CSRA membangu pabrik tersebut dengan biaya Rp180 miliar yang berasal dari pendanaan internal dan fasilitas pinjaman Bank Mandiri.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  15:17 WIB
Direktur Cisadane Sawit Raya Seman Sendjaja mengatakan perseroan meraup dana sebesar Rp51 miliar melalui initial public offering (IPO). - Bisnis - Pandu Gumilar
Direktur Cisadane Sawit Raya Seman Sendjaja mengatakan perseroan meraup dana sebesar Rp51 miliar melalui initial public offering (IPO). - Bisnis - Pandu Gumilar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) telah memulai pembangunan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) di Sumatera Utara.

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan pada Senin (10/1/2022), pembangunan pabrik tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Sabtu (8/1/2022) lalu.

Dalam sambutannya, Seman Sendjaja Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategis mengatakan kelapa sawit memainkan peran penting dalam pembangunan perekonomian.

“Tanpa adanya partisipasi para pemangku kepentingan, CSRA tidak dapat menjadikan gerak langkah ini sendirian menjadi sebuah Perusahaan kelapa sawit yang unggul dan berkelanjutan di Indonesia,” katanya dikutip dari keterangan resmi perusahaan.

Menurut rencana, pabrik ini akan berkapasitas 45 ton per jam dan berlokasi di kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pabrik tersebut dibangun dengan biaya Rp180 miliar yang berasal dari pendanaan internal dan fasilitas pinjaman Bank Mandiri.

Pabrik kelapa sawit tersebut akan menjadi Pabrik Kelapa Sawit CSRA yang kedua (PKS – II) dan akan dioperasikan oleh entitas anak CSRA yaitu PT Samukti Karya Lestari.

Berdasarkan skala dan kapabilitasnya, keberadaan PKS – II CSRA sangatlah istimewa dan akan mendorong percepatan rencana strategis Perusahaan searah dengan kriteria Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Kriteria ISPO menciptakan suatu landasan bagi pertumbuhan, produksi, pengolahan dan perdagangan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Saat ini ISPO merupakan satu-satu nya standar keberlanjutan pada industri kepala sawit Indonesia, membuat kelapa sawit menjadi satu-satu nya minyak nabati berskala besar yang mematuhi standar sosial dan lingkungan yang ketat.

Pembangunan pabrik ini adalah bagian dari program pengembangan strategis bisnis berkelanjutan CSRA, yang merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan pengaruh CSRA dalam posisi nya sebagai perusahaan kelapa sawit TBK di Indonesia serta sejalan dengan visi Perusahaan yaitu menjadi perusahaan agribisnis nasional yang unggul.

PKS – II ini nantinya akan menambah kapasitas produksi Perusahaan dari PKS yang sudah dimiliki sebelumnya yang berada di kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara yang dibangun pada tahun 2007.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kelapa sawit cisadane sawit
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top