Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Cisadane Sawit Raya (CSRA) Bangun Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit di Tapanuli Selatan

CSRA membangu pabrik tersebut dengan biaya Rp180 miliar yang berasal dari pendanaan internal dan fasilitas pinjaman Bank Mandiri.
Direktur Cisadane Sawit Raya Seman Sendjaja mengatakan perseroan meraup dana sebesar Rp51 miliar melalui initial public offering (IPO). - Bisnis/Pandu Gumilar
Direktur Cisadane Sawit Raya Seman Sendjaja mengatakan perseroan meraup dana sebesar Rp51 miliar melalui initial public offering (IPO). - Bisnis/Pandu Gumilar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) telah memulai pembangunan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) di Sumatera Utara.

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan pada Senin (10/1/2022), pembangunan pabrik tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Sabtu (8/1/2022) lalu.

Dalam sambutannya, Seman Sendjaja Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategis mengatakan kelapa sawit memainkan peran penting dalam pembangunan perekonomian.

“Tanpa adanya partisipasi para pemangku kepentingan, CSRA tidak dapat menjadikan gerak langkah ini sendirian menjadi sebuah Perusahaan kelapa sawit yang unggul dan berkelanjutan di Indonesia,” katanya dikutip dari keterangan resmi perusahaan.

Menurut rencana, pabrik ini akan berkapasitas 45 ton per jam dan berlokasi di kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pabrik tersebut dibangun dengan biaya Rp180 miliar yang berasal dari pendanaan internal dan fasilitas pinjaman Bank Mandiri.

Pabrik kelapa sawit tersebut akan menjadi Pabrik Kelapa Sawit CSRA yang kedua (PKS – II) dan akan dioperasikan oleh entitas anak CSRA yaitu PT Samukti Karya Lestari.

Berdasarkan skala dan kapabilitasnya, keberadaan PKS – II CSRA sangatlah istimewa dan akan mendorong percepatan rencana strategis Perusahaan searah dengan kriteria Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Kriteria ISPO menciptakan suatu landasan bagi pertumbuhan, produksi, pengolahan dan perdagangan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Saat ini ISPO merupakan satu-satu nya standar keberlanjutan pada industri kepala sawit Indonesia, membuat kelapa sawit menjadi satu-satu nya minyak nabati berskala besar yang mematuhi standar sosial dan lingkungan yang ketat.

Pembangunan pabrik ini adalah bagian dari program pengembangan strategis bisnis berkelanjutan CSRA, yang merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan pengaruh CSRA dalam posisi nya sebagai perusahaan kelapa sawit TBK di Indonesia serta sejalan dengan visi Perusahaan yaitu menjadi perusahaan agribisnis nasional yang unggul.

PKS – II ini nantinya akan menambah kapasitas produksi Perusahaan dari PKS yang sudah dimiliki sebelumnya yang berada di kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara yang dibangun pada tahun 2007.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper