Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Menuju All Time High, Simak Target Harga Saham Emiten Batu Bara

Sentimen positif yang menopang pergerakan indeks komposit adalah agresivitas investor asing dan juga kenaikan harga komoditas, terutama batu bara.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 07 Januari 2022  |  17:05 WIB
Tumpukan batu bara di dekat Train Loading Station (TLS) milik PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) di Muara Enim, Sumatra Selatan. PTBA menargetkan produksi batu bara hingga 37 juta ton pada tahun 2022 mendatang. - Bisnis / Aprianto Cahyo Nugroho
Tumpukan batu bara di dekat Train Loading Station (TLS) milik PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) di Muara Enim, Sumatra Selatan. PTBA menargetkan produksi batu bara hingga 37 juta ton pada tahun 2022 mendatang. - Bisnis / Aprianto Cahyo Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) menuju all time high berkat didorong oleh saham-saham batu bara.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan IHSG pada pekan depan berpotensi menembus level tertinggi sepanjang masa yaitu 6.750. Adapun pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG parkir di level 6.701,31.

IHSG dalam waktu dekat bisa ke 6.750 ke level all time high,” katanya kepada Bisnis pada Jumat (7/1/2022). Meski demikian, dia melihat setelah level itu tercapai akan ada koreksi. Sebab itu adalah level resistensi pertama yang dia tetapkan.

William melihat sejauh ini, sentimen positif yang menopang pergerakan indeks komposit adalah agresivitas investor asing dan juga kenaikan harga komoditas. Terutama batu bara setelah pelarangan ekspor menyeruak.

Maka itu, William merekomendasikan investor untuk masuk ke saham-saham pertambangan yang kini menarik. Diantaranya PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Sat Nusapersada Tbk. (PTSN).

William menargetkan ADRO bisa ke level Rp2.700, PTBA Rp3.000 sampai dengan Rp3.300, UNTR Rp25.000 dan PTSN Rp340. Di sisi lain, William memperingatkan investor untuk waspada karena kenaikan suku bunga oleh The Fed bisa menjadi sentimen negatif.

Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan kenaikan suku bunga memang akan mempengaruhi selera investor asing. Pasalnya ada kemungkinan mereka menarik dana di pasar negara berkembang untuk kembali ke Amerika Serikat.

Namun, dia optimistis hal itu hanya akan menjadi sentimen negatif sementara. “Taper tantrum akan memberi dampak ke seluruh dunia, tetapi karena pernah terjadi dampaknya akan lebih ringan dan sosialisasi yang kali ini lebih bijak,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham penggerak ihsg emiten batubara
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top