Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Investor Domestik Rajai Pasar Modal 2022, Ini Pemicunya

Tidak menutup kemungkinan jumlah investor tahun depan akan tumbuh tinggi seperti tahun ini berkat bantuan teknologi finansial.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 30 Desember 2021  |  17:54 WIB
Investor Domestik Rajai Pasar Modal 2022, Ini Pemicunya
Trader berjalan saat ticker menampilkan harga saham di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Indonesia. - Dimas Ardian / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Investor domestik diperkirakan akan mendominasi pasar modal indonesia dengan pertumbuhan yang eksponensial.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan saat ini presetase jumlah investor domestik sebanyak 55 persen sedangkan investor asing hanya 45 persen. Dia optimistis jumlah itu akan terus bertambah.

Apalagi Bursa Efek Indonesia juga menargetkan jumlah investor mencapai 10 juta pada tahun depan. "Tidak menutup kemungkinan jumlah investor tahun depan akan tumbuh tinggi seperti tahun ini berkat bantuan teknologi finansial," katanya kepada Bisnis pada Kamis (30/12/2021).

Selain itu, Wawan melihat investor sepertinya akan mengalihkan selera dari sektor teknologi dan bank digital. Adapun sektor yang berpotensi menarik minat adalah komoditas dan perbankan.

Menurutnya harga komoditas seperti batu bara yang tinggi sepanjang tahun akan berdampak pada kinerja fundamental masing-masing emiten. Dengan begitu, investor akan memilih karena potensi dividen yang legit.

Begitu juga dengan sektor perbankan yang ikut pulih seiring perbaikan ekonomi. "Tahun depan ketika ekonomi pulih, ekspektasi investor akan beralih dari sektor teknologi menjadi yang lebih riil," katanya.

Wawan optimistis dengan kedua faktor  tersebut, maka terdapat potensi IHSG akan naik hingga ke level 7.400.  Namun dengan catatan selama pandemi masih dapat terkendali dan tidak ada pembatasan oleh pemerintah yang bisa mengganggu pemulihan ekonomi.

Selain itu, Wawan menilai akan sulit bagi pasar modal mencetak rekor total IPO seperti tahun ini. Adapun total IPO tahun ini tembus Rp62 triliun berkat pencatatan saham Bukalapak dan Mitratel. Dia pesimis hal itu akan kembali terulang tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG investor ritel investor saham
Editor : Farid Firdaus

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top