Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jumlah Investor Saham-Reksa Dana-Obligasi Tembus 7,35 Juta Orang

Sejak akhir tahun 2020 hingga 17 Desember 2021, jumlah Single Investor Identification (SID) investor pasar modal Indonesia tumbuh 89,58 persen menjadi 7,3 juta SID.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 24 Desember 2021  |  15:47 WIB
Jumlah Investor Saham-Reksa Dana-Obligasi Tembus 7,35 Juta Orang
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia mencatatkan pertumbuhan jumlah investor yang pesat sepanjang tahun 2021. Total investor di Indonesia tercatat naik hampir 90 persen hingga pertengahan Desember 2021.

Data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, sejak akhir tahun 2020 hingga 17 Desember 2021, jumlah Single Investor Identification (SID) investor pasar modal Indonesia tumbuh 89,58 persen menjadi 7,35 juta SID.

Jumlah tersebut merupakan jumlah SID terkonsolidasi yang terdiri dari investor saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara (SBN) dan jenis efek lain yang tercatat di KSEI, dengan komposisi 3,4 juta SID yang memiliki aset saham, 6,7 juta SID memiliki aset reksa dana dan 607 ribu SID memiliki aset SBN.

Direktur KSEI Supranoto Prajogo menyampaikan, berdasarkan data yang tercatat di KSEI per tanggal 17 Desember 2021, investor pasar modal didominasi oleh 62,55 persen laki-laki, 59,84 persen usia di bawah 30 tahun, 32,88 persen pegawai swasta, 58,33 persen lulusan sarjana, 36,25 persen berpenghasilan Rp10-Rp100 juta/bulan dan 69,84 persem berdomisili di pulau Jawa.

“Sebanyak 73,61 persen SID melakukan pembukaan rekening melalui selling agent fintech (financial technology). Sehingga, platform digital memang menjadi sarana yang banyak dimanfaatkan oleh investor untuk berinvestasi pasar modal,” jelas Supranoto dikutip dari keterangan resminya, Jumat (24/12/2021).

Adapun, seiring dengan perkembangan teknologi, KSEI juga terus mengembangkan infrastruktur pasar modal dari sisi teknologi digital. Hal ini dilakukan guna mempermudah investor melakukan transaksi dan juga emiten dalam melakukan kegiatan-kegiatan bisnisnya.

Salah satu upaya yang dilakukan KSEI adalah menghadirkan fitur E-RUPS melalui eASY.KSEI. Direktur KSEI Syafruddin menyampaikan, dari 765 Emiten saham di Pasar Modal, 731 di antaranya telah mengadakan RUPS melalui eASY.KSEI.

Sementara itu, sebanyak 505 emiten telah menggunakan fitur e-Voting yang dirilis pada Juni tahun ini.

Dari jumlah emiten tersebut, sebanyak 2.275 RUPS telah diselenggarakan dan dihadiri 21.165 investor. Sebanyak 69 persen kehadiran RUPS atau 14.680 investor dikuasakan melalui eASY.KSEI (e-Proxy).

“Selanjutnya, sebanyak 3.238 investor menghadiri RUPS secara daring atau online,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG ksei investor investasi saham
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top