Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Setop Perdagangan Saham PALM dan RONY, OASA Dibuka

BEI menyampaikan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham RONY dan PALM maka diberlakukan suspensi mulai hari ini.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 23 Desember 2021  |  08:40 WIB
Bursa Setop Perdagangan Saham PALM dan RONY, OASA Dibuka
(Kiri) Bobby Gafur Umar menjadi pengendali baru PT Protech Mitra Perkasa Tbk. (OASA) - Dok. Perusahaan.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau menyetop perdagangan saham PT Aesler Grup Internasional Tbk. (RONY) dan PT Provident Agro Tbk. (PALM).

BEI menyampaikan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham RONY dan PALM, dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara pada Kamis (23/12/2021).

Penghentian sementara perdagangan saham RONY dan PALM tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya.

Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Saham RONY berada di level Rp640 kemarin, dan sepanjang 2021 sudah naik 255,56 persen. Adapun, saham PALM berada di posisi Rp1.055, naik 206,69 persen sepanjang tahun berjalan.

Sementara itu, BEI membuka suspensi perdagangan saham PT Protech Mitra Perkasa Tbk. (OASA) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia suspensi saham pt provident agro tbk oasa protech mitra perkasa
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top