Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Bank Dijagokan J.P. Morgan dan Mirae untuk 2022, Ada ARTO Hingga BBNI

J.P. Morgan memperkirakan Big5 banks akan mengalami rebound dari sisi laba ditopang oleh Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan atau pre-provisioning operating profit (PPoP) dan pendapatan provisi setelah ekonomi dibuka.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 19 Desember 2021  |  15:21 WIB
JP Morgan Chase - Reuters/Lucas Jackson
JP Morgan Chase - Reuters/Lucas Jackson

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah analis di perusahaan sekuritas merekomendasikan saham bank untuk dikoleksi pada 2022. Adapun, sektor perbankan di Indonesia diperkirakan menikmati rebound laba ditopang oleh aktivitas ekonomi yang membaik.

Analis J.P. Morgan Sekuritas Indonesia Henry Wibowo memasukkan saham sektor keuangan ke dalam pilihan saham-saham yang direkomendasikan pada 2022 bersama dengan sektor consumer discretionary, energi, properti, teknologi, dan bank digital.

“Sektor perbankan di Indonesia mulai mengalami pergerseran berarti yang dapat mengerek laba,” tulis Henry dalam riset yang dipublikasikan lewat Bloomberg, dikutip Minggu (19/12/2021).

Henry menunjukkan spread deposit berdasarkan model RoA (Return on Asset) di lima perbankan besar (Big5 banks) di Indonesia bisa terdisrupsi oleh bank digital yang menjamur. Namun, pada 2022 nanti diperkirakan terjadi pergeseran penting dalam tesis investasi di sektor perbankan.

J.P. Morgan memperkirakan Big5 banks akan mengalami rebound dari sisi laba ditopang oleh Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan atau pre-provisioning operating profit (PPoP) dan pendapatan provisi setelah ekonomi dibuka.

Namun, tantangan berinvestasi di saham bank tetap berasal dari pengelolaan tensi horison investasi antara jangka pendek dan jangka menengah.

Adapun, balance of payment (BoP) akan menentukan likuiditas di sistem perbankan dan kemampuan bank dalam mendanai kenaikan permintaan kredit. Sementara regulator berfokus pada bank digital, kualitas aset Big5 banks berisiko turun tajam dengan risiko pinjaman sebesar 15 persen - 25 persen di Big5 banks.

Dari sejumlah saham bank, J.P. Morgan memberikan rekomendasi overweight untuk saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO). Namun, saham ARTO diperkirakan bakal volatil dan lebih memberikan kesempatan trading.

Selanjutnya, saham BBRI juga direkomendasikan karena pertumbuhan pinjaman diperkirakan positif pada 2022. Sedangkan BMRI dan BBNI juga direkomendasikan karena bakal diuntungkan oleh perkembangan makroekonomi.

Analis Mirae Asset Sekuritas Handiman Soetoyo mengatakan pertumbuhan pinjaman di bank masih sedikit hingga Mei 2021. Namun, pertumbuhan kredit mulai melaju sejak Juni dan berlanjut hingga September.

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan pertumbuhan kredit bisa mencapai 5,1 persen pada 2021 dan melaju menjadi 10,2 persen pada 2022 seiring pembukaan kembali ekonomi.

“Kami telah melihat perbaikan kualitas aset secara gradual di industri bank. NPL saat ini 3,19 persen per September 2021, turun dari puncaknya 3,31 persen pada Juli. Kami yakin, kualitas aset ke depannya akan terus membaik,” tulis Handiman.

Adapun, dia menunjukkan restrukturisasi pinjaman di perbankan juga kian berkurang. Setelah ekonomi dibuka penuh secara perlahan pada 2022, Handiman memperkirakan total utang yang direstrukturisasi lewat perbankan bakal berkurang dan akhirnya bakal menurunkan biaya provisi.

Handiman mengingatkan yang perlu dicermati juga pada 2022 adalah posisi perbankan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengubah klasifikasi bank berdasarkan modal dari Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) menjadi Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI).

Dengan perubahan itu, beberapa bank BUKU 4 menjadi turun kelas menjadi bank KBMI 3. Selain itu, isu selanjutnya adalah persyaratan modal minimum senilai Rp2 triliun pada 2021 dan Rp3 triliun pada 2022 untuk perbankan. Melihat hal ini, Handiman memperkirakan bakal terjadi banyak aksi korporasi dari perbankan pada 2022.

“Bank tentunya dapat mengandalkan pemegang saham atau bisa pula mengundang investor strategis untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana,” ujar Handiman.

Mirae Asset Sekuritas juga memberikan posisi overweight untuk saham bank pada 2022 seiring dengan prospek pendapatan perbankan yang positif. Handiman memilih BBNI sebagai top picks dari saham bank karena diperkirakan bisa melanjutkan kenaikan pendapatan yang luar biasa pada 2022.

Selain itu, saham BMRI juga direkomendasikan karena Bank Mandiri bakal diuntungkan oleh kelanjutan proyek infrastruktur. Sedangkan saham bank digital saat ini dinilai sudah bervaluasi mahal dan perbankan besar dinilai bakal menjadi jawara untuk jangka panjang.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jp morgan mirae
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top