Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Panca Budi Idaman (PBID) Agresif Perluas Pasar ke Indonesia Timur

PBID meyakini pemakaian plastik per kapita di Indonesia masih cukup rendah, yakni hanya 7 hingga 8 kilogram (kg) per kapita.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 09 Desember 2021  |  18:56 WIB
Plastik kemasan Panca Budi Idaman. Selain diversifikasi produk, perseroan juga masih akan melakukan strategi memperluas pangsa pasar dan jaringan distribusi, meningkatkan kualitas produk dan brand value, dan melakukan efisiensi operasional tentu juga menjalankan protokol kesehatan yang baik.  - Panca Budi Idaman.
Plastik kemasan Panca Budi Idaman. Selain diversifikasi produk, perseroan juga masih akan melakukan strategi memperluas pangsa pasar dan jaringan distribusi, meningkatkan kualitas produk dan brand value, dan melakukan efisiensi operasional tentu juga menjalankan protokol kesehatan yang baik. - Panca Budi Idaman.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen kemasan plastik PT Panca Budi Idaman Tbk. terus memperluas pangsa pasar ke wilayah Indonesia Timur.

Wakil Direktur Utama Panca Budi Idaman Vicky Taslim mengatakan, pihaknya meyakini pemakaian plastik per kapita di Indonesia masih cukup rendah, yakni hanya 7 hingga 8 kilogram (kg) per kapita.

"Negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat, itu pemakaian plastiknya 70-80 kg per kapita, sepuluh kali lipat dari kita. Negara seperti Malaysia itu sekitar 15-17 kg per kapita," ucap Vicky dalam paparan publik Panca Budi Idaman di Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Dia melanjutkan, meski pemakaian plastik di Indonesia hanya 7-8 kg per kapita, tetapi, pemakaian tersebut masih terpusat di Pulau Jawa.

Menurutnya, hal tersebut membuat emiten berkode saham PBID sangat agresif menyuplai plastik ke pasar Indonesia Timur. Perseroan melihat potensi penggunaan plastik masih sangat besar di wilayah Indonesia Timur.

"Apakah ada rencana bangun pabrik di sana [Indonesia Timur]? belum ada. Karena infrastrukturnya masih belum siap di bagian timur," kata dia.

Dengan strategi tersebut, Vicky pun memandang optimistis kinerja perseroan pada 2022. Pihaknya yakin, seiring dengan ekonomi yang membaik, permintaan akan kemasan plastik juga akan meningkat.

Adapun untuk 2022, PBID memasang target pertumbuhan penjualan 10 persen hingga 15 persen, dengan net profit margin 10 persen hingga 12 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten industri kemasan Panca Budi Idaman
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top