Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perusahaan Antre IPO, Penggalangan Dana di Bursa Masih Bakal Tumbuh Tahun Depan

Hingga 12 November 2021, telah dilakukan penggalangan dana sebesar Rp32,26 triliun dari instrumen saham dan Rp83,3 triliun dari penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS).
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pipeline penggalangan dana dari IPO masih akan naik 45 persen dan penerbitan obligasi naik hingga 81,3 persen. BEI meyakini penggalangan dana pada 2022 akan lebih baik.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menjelaskan hingga 12 November 2021, telah dilakukan penggalangan dana sebesar Rp32,26 triliun dari instrumen saham dan Rp83,3 triliun dari penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS).

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, penggalangan dana dari pencatatan saham mengalami kenaikan sebesar 518 persen dan untuk EBUS mengalami kenaikan sebesar 14,3 persen.

"Kemudian terkait dengan pipeline, apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, jumlah calon Perusahaan Tercatat saham dalam pipeline naik sebesar 45 persen dan nilai penerbitan EBUS diperkirakan akan naik sebesar 81,3 persen," ujarnya, dikutip Senin (22/11/2021).

Berdasarkan data ini, BEI optimistis bahwa prospek dan target penggalangan dana di Pasar Modal Indonesia pada tahun 2022 akan lebih baik.

OJK bersama dengan SRO Pasar Modal (BEI, KPEI, KSEI) bersikap adaptif terhadap perkembangan bisnis dan industri perusahaan-perusahaan di tanah air.

Melalui rancangan beberapa peraturan baru yang diharapkan dapat berlaku segera antara lain seperti perubahan Peraturan I-A dan juga rancangan POJK Saham Hak Suara Multipel.

"Kami berharap hal tersebut dapat menjadi booster, sehingga nantinya lebih banyak perusahaan yang dapat mengakses Pasar Modal Indonesia dan tercatat di BEI dengan kuantitas, kualitas, dan nilai proceed yang lebih baik," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper