Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Terapresiasi Bersama Mata Uang Asean Pagi Ini

Rupiah terapresiasi 0,11 persen menjadi Rp14.262 per dolar AS pada pukul 09.04 WIB.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 12 November 2021  |  09:17 WIB
Rupiah Terapresiasi Bersama Mata Uang Asean Pagi Ini
Karyawan menghitung mata uang rupiah di salah satu cabang MNC Bank, Jakarta. Bisnis - Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Rupiah menguat bersama mayoritas mata uang di kawasan Asia Pasifik di hadapan dolar AS pagi ini.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (12/11/2021), rupiah terapresiasi 0,11 persen menjadi Rp14.262 per dolar AS pada pukul 09.04 WIB.

Dari kawasan Benua Kuning, ringgit Malaysia naik 0,06 persen, Bhat Thailand naik 0,17 persen, dan peso Filipina naik lebih tinggi lagi sebesar 0,22 persen. Di sisi lain, yuan China melemah 0,08 persen dan yen Jepang melemah 0,18 persen.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.260 - Rp14.230 pada perdagangan akhir pekan ini.

Dia menyebutkan dolar AS masih menguat dan telah mencapai level tertinggi 2021 terhadap mata uang lainnya pada Kamis (11/11/2021), setelah pembacaan inflasi AS terpanas dalam satu generasi mengipasi taruhan pada kenaikan suku bunga.

Data AS yang dirilis pada hari sebelumnya menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (CPI) tumbuh 6,2 persen tahun-ke-tahun dan 0,9 persen bulan-ke-bulan di Oktober, sedangkan CPI inti naik 4,6 persen tahun-ke-tahun dan 0,6 persen bulan ke bulan.

Presiden Bank Federal Reserve San Francisco Mary Daly mengatakan bahwa dia memperkirakan inflasi tinggi menjadi moderat setelah Covid-19 surut dan mengatakan bahwa "sangat prematur" untuk menaikkan suku bunga dan mempercepat pengurangan aset Fed.

Sementara dari sisi internal, pemerintah telah mengumumkan bahwa masyarakat yang sudah di vaksinasi dengan dosis lengkap sudah mencapai 80 juta orang dan hampir 60 orang sudah mendapatkan vaksinanasi dosis pertama. Sedangkan, dari data penanganan satgas Covid-19 hingga saat ini lebih dari 90 persen masyarakat masih taat bermasker.

Angka tersebut menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya Covid-19 gelombang ketiga yang diperkirakan terjadi pada Desember 2021 dan akan berdampak terhadap kuartal pertama 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah mata uang asean
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top