Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Nantikan Data Inflasi, Wall Street Lanjutkan Reli ke Rekor Tertinggi

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,44 persen ke level 36,490,48 pada pukul 10.24 waktu New York, sedangkan indeks S&P 500 naik 0,24 persen ke 4.708,46 dan Nasdaq Composite menguat 0,26 persen ke 16.012,95.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 08 November 2021  |  22:34 WIB
Investor Nantikan Data Inflasi, Wall Street Lanjutkan Reli ke Rekor Tertinggi
Pelaku pasar sedang memantau perdagangan di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, AS, Senin (20/9/2021). - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat menguat ke rekor tertinggi pada awal perdagangan hari ini, Senin (8/11/2021) di saat investor terfokus pada bagaimana laju inflasi dapat berdampak pada kebijakan moneter dan laju pemulihan ekonomi.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,44 persen ke level 36,490,48 pada pukul 10.24 waktu New York, sedangkan indeks S&P 500 naik 0,24 persen ke 4.708,46 dan Nasdaq Composite menguat 0,26 persen ke 16.012,95.

Seluruh indeks utama Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah ditutup menguat dan membuikukan reli mingguan kelima berturut-turut pekan lalu.

Pasar akan mengamati dengan cermat data indeks harga konsumen AS pada hari Rabu setelah kenaikan data nonfarm payroll AS minggu lalu juga menunjukkan lonjakan pendapatan rata-rata per jam.

Bloomberg intelligence memperkirakan data tersebut diperkirakan menunjukkan tekanan harga berjalan pada kecepatan terpanas dalam tiga dekade di tengah gangguan rantai pasokan dan kenaikan harga energi.

"Ketakutan atas inflasi dan hambatan rantai pasokan telah digantikan oleh rasa takut kehilangan reli rekor tertinggi," kata Craig Johnson, kepala analis Piper Sandler, seperti dikutip Bloomberg, Senin (8/11/2021).

“Permintaan yang kuat dan momentum ekonomi terus mendorong pertumbuhan pendapatan. Kekhawatiran virus corona juga telah mereda di tengah perkembangan vaksin dan tingkat vaksinasi yang meluas,” lanjutnya.

Saham Tesla Inc. jatuh setelah follower Elon Musk di Twitter memiliih Elon menjual 10 persen sahamnya dalam jajak pendapat yang dibuatnya sendiri di jejaring sosial tersebut. Saham maskapai naik karena AS melonggarkan pembatasan perjalanan untuk orang asing yang telah mendapat vaksinasi lengkap.

Sementara itu, saham sektor infrastruktur AS naik setelah Dewan Perwakilan Rakyat pada hari Jumat meloloskan paket anggaran infrastruktur AS terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top