Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Minyak Turun Menyusul Negosiasi Nuklir Iran

Perunding nuklir utama Iran Ali Bagheri Kani mengatakan pembicaraan negara itu dengan enam kekuatan dunia untuk mencoba menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 akan dilanjutkan pada akhir November.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Oktober 2021  |  08:30 WIB
Tempat penyimpanan minyak di Pelabuhan Richmond in Richmond, California -  Bloomberg / David Paul Morris
Tempat penyimpanan minyak di Pelabuhan Richmond in Richmond, California - Bloomberg / David Paul Morris

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak turun pada akhir perdagangan Kamis (28/10/2021) waktu setempat, tetapi bangkit dari posisi terendah dua minggu.

Kombinasi antara kekhawatiran tentang pertumbuhan pasokan AS dan spekulasi bahwa pasokan Iran bisa berjalan kembali menyusul pembicaraan nuklir dengan kekuatan global memengaruhi pergerakan harga minyak. 

Mengutip Antara, Jumat (29/10/2021), minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember menetap 26 sen atau 0,3 persen lebih rendah menjadi US$84,32 per barel. Selama sesi, Brent sempat mencapai level terendah dua minggu di US$82,32 per barel setelah jatuh 2,1 persen pada Rabu (27/10/2021).

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember naik 15 sen atau 0,2 persen, menjadi ditutup di US$82,81 per barel. Selama sesi, kontrak menyentuh level terendah dua minggu di US$80,58. Pada Rabu (27/10/2021), WTI anjlok 2,4 persen setelah data mingguan menunjukkan stok minyak mentah AS naik lebih besar dari perkiraan.

Pada Rabu (27/10/2021), perunding nuklir utama Iran Ali Bagheri Kani mengatakan pembicaraan negara itu dengan enam kekuatan dunia untuk mencoba menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 akan dilanjutkan pada akhir November.

Sebuah kesepakatan dapat membuka jalan untuk mencabut sanksi keras yang dijatuhkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump terhadap ekspor minyak Iran pada akhir 2018.

"Pasar bereaksi terhadap berita utama ini, tetapi mungkin kecewa dengan berapa banyak minyak yang sebenarnya kembali," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago.

Stok minyak mentah AS naik 4,3 juta barel pekan lalu, Departemen Energi AS mengatakan pada Rabu (27/10/2021), lebih dari dua kali lipat perkiraan kenaikan 1,9 juta barel oleh para analis.

Penumpukan stok yang besar dan kuat adalah karena lonjakan besar dalam impor bersih minyak mentah sementara pemrosesan kilang tetap lamban, analis Citi Research mengatakan dalam sebuah catatan.

Namun stok bensin turun 2 juta barel ke level terendah dalam hampir empat tahun, bahkan ketika konsumen AS bersaing dengan kenaikan harga di SPBU.

Di pusat pengiriman WTI di Cushing, Oklahoma, penyimpanan minyak mentah berada pada level terendah dalam tiga tahun, dengan harga untuk kontrak berjangka yang lebih lama menunjukkan pasokan akan tetap rendah selama berbulan-bulan.

Penyedia informasi energi Genscape mengatakan bahwa pada 26 Oktober, level tangki di Cushing telah turun 2,772 juta barel pada minggu lalu, kata pelaku pasar.

Wabah infeksi virus corona di China dan rekor kematian serta ancaman penguncian di Rusia, bersama dengan meningkatnya kasus di Eropa barat, juga menekan harga minyak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak harga minyak brent harga minyak mentah wti

Sumber : Antara

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top