Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Emiten Rokok HM Sampoerna Capai Rp72,5 Triliun per September 2021

HMSP ini mencatatkan penjualan bersih senilai Rp72,5 triliun hingga akhir September 2021, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp67,7 triliun.
Annisa Saumi
Annisa Saumi - Bisnis.com 28 Oktober 2021  |  18:24 WIB
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) Mindaugas Trumpaitis saat paparan publik, Kamis (9/9 - 2021). Bisnis/Dwi Niken Tari.
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) Mindaugas Trumpaitis saat paparan publik, Kamis (9/9 - 2021). Bisnis/Dwi Niken Tari.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) membukukan peningkatan penjualan bersih hingga kuartal III/2021.

Emiten berkode saham HMSP ini mencatatkan penjualan bersih senilai Rp72,5 triliun hingga akhir September 2021. Penjualan ini naik 6,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp67,7 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang terbit Kamis (28/10/2021), pertumbuhan penjualan perseroan didorong oleh peningkatan penjualan sigaret kretek mesin (SKM) yang naik menjadi Rp48,15 triliun, dari Rp45,28 triliun secara tahunan atau year on year (yoy). Penjualan SKM ini mendominasi penjualan HMSP hingga 30 September 2021.

Selain SKM, penjualan sigaret kretek tangan perseroan juga meningkat menjadi Rp16,4 triliun, dari Rp15,3 triliun yoy. Begitu pula penjualan sigaret putih mesin HMSP yang meningkat menjadi Rp7 triliun, dari Rp6,5 triliun yoy.

Naiknya penjualan HMSP turut mengerek beban pokok penjualan perseroan 11,65 persen menjadi Rp59,7 triliun, dari Rp53,5 triliun secara yoy.

Emiten produsen rokok Dji Sam Soe ini pun mencatatkan penurunan laba kotor sebesar 10,53 persen menjadi Rp12,7 triliun, dari Rp14,2 triliun yoy.

Sejalan dengan penurunan laba bruto tersebut, laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk HMSP juga ikut terkoreksi 19,62 persen. Laba bersih ini turun dari Rp6,9 triliun di kuartal III/2020, menjadi Rp5,55 triliun di kuartal III/2021.

Selain itu, jumlah aset perseroan juga tercatat mengalami penurunan menjadi Rp48,8 triliun per 30 September 2021, dari Rp49,6 triliun per 31 Desember 2020.

Jumlah liabilitas perseroan tercatat naik menjadi Rp21,4 triliun di kuartal III/2021, dari Rp19,4 triliun di akhir 2020. Sementara jumlah ekuitas perseroan turun menjadi Rp27,3 triliun akhir September 2021, dari Rp30,2 triliun di akhir Desember 2020.

Adapun sebelumnya, Mirae Asset Sekuritas mempertahankan rekomendasi trading buy terhadap saham HMSP. Mirae Sekuritas menetapkan target price (TP) saham HMSP di harga Rp1.220 per saham.

Pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (28/10/2021), saham HMSP terkoreksi 10 poin atau 0,95 persen ke level Rp1.040 per saham. HMSP memiliki kapitalisasi pasar Rp120,97 triliun dengan PER 14,63 kali.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hm sampoerna emiten rokok Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top