Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Pelita Air, Posisi Garuda Indonesia (GIAA) Perlu Diperjelas Bagi Kepastian Investor

Rencana pengembangan Garuda banyak tidak diketahui pasar seiring masuknya Pelita Air sebagai maskapai BUMN baru yang melayani angkutan niaga berjadwal.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 21 Oktober 2021  |  19:46 WIB
Ada Pelita Air, Posisi Garuda Indonesia (GIAA) Perlu Diperjelas Bagi Kepastian Investor
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/6/2021). Dalam kesempatan tersebut Menteri BUMN menyampaikan sejumlah perkembangan terkait vaksin Sinovac, vaksin BUMN, maskapai Garuda Indonesia, komisaris BUMN dan Asuransi Jiwasraya. - ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Nasib emiten maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) perlu diperjelas terutama dengan masuknya Pelita Air Service (PAS) sebagai maskapai niaga berjadwal baru yang akan melayani rute penerbangan domestik.

Pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada mengungkapkan rencana pengembangan emiten bersandi GIAA ini banyak tidak diketahui pasar seiring masuknya Pelita Air sebagai maskapai BUMN baru yang melayani angkutan niaga berjadwal.

"Kalau rute-rute domestik diambil oleh Pelita Air maka GIAA hanya akan melayani rute internasional atau bagaimana, sementara rute internasional belum semua negara membuka diri," ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (21/10/2021).

Pelaku pasar tentunya masih menunggu kejelasan, rencana pemerintah ke depan terkait pengembangan maskapai versi BUMN ini.

Menurut Reza, jika tanpa kejelasan, bahkan pemerintah terkesan menutup diri, pelaku pasar akan mengambil opsi keluar atau sell dari saham GIAA secepat mungkin.

"Artinya kalau GIAA masih bisa diselamatkan, tentunya harus diupayakan untuk diselamatkan," imbuhnya.

Lebih lanjut, selain restrukturisasi utang dan penjadwalan ulang pembayaran utang, Garuda Indonesia perlu diupayakan untuk masuk ke bisnis pengiriman logistik, baik melalui akuisisi maupun masuk secara langsung.

Perseroan juga perlu mengoptimalkan anak-anak usaha yang masih menghasilkan dan bantuan dari pemerintah.

"Bantuan dari pemerintah, bisa saja bukan berupa uang namun, dukungan terhadap pengembangan pariwisata dan destinasi ke sejumlah tujuan baik di dalam maupun luar negeri," katanya.

Sebelumnya, pemerintah merencanakan Pelita Air Service mengambil alih layanan penerbangan domestik berjadwal Garuda Indonesia mulai awal tahun depan.

Hal ini ditegaskan oleh Kementerian BUMN serta Kementerian Perhubungan yang telah menerima pengajuan dari Pelita Air untuk beroperasi di penerbangan regular.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN Garuda Indonesia garuda
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top