Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Terbang Cetak Rekor! Harga CPO Tembus 5.000 Ringgit per Ton

Rata-rata harga CPO naik secara year-on-year di tengah kekhawatiran akan adanya pengetatan pasokan, sementara ekspor CPO diprediksi tetap menguat pada Oktober ini menjelang perayaan Diwali di India.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 06 Oktober 2021  |  10:57 WIB
Terbang Cetak Rekor! Harga CPO Tembus 5.000 Ringgit per Ton
Pekerja menata kelapa sawit saat panen di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2020). Badan Litbang Kementerian ESDM memulai kajian kelayakan pemanfaatan minyak nabati murni (crude palm oil/CPO) untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) hingga Desember 2020. Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivative untuk pertama kalinya mencatatkan kenaikan sampai menembus 5.000 ringgi per ton untuk pertama kalinya pada perdagangan Selasa (5/10/2021).

Pada Rabu (6/10/2021) pukul 09.42 WIB, harga CPO tercatat naik 87 poin atau 1,83 persen ke 4.838 ringgit per ton dari penutupan perdagangan Selasa (5/10/2021). Kemarin, harga CPO Malaysia untuk kontrak Oktober 2021 sempat naik ke 4.975 ringgit dan bergerak di kisaran 4.850 – 5.000.

Kepala Riset CGS-CIMB Securities Ivy Ng Lee Fang mengatakan bahwa rata-rata harga CPO naik secara year-on-year di tengah kekhawatiran akan adanya pengetatan pasokan, sementara ekspor CPO diprediksi tetap menguat pada Oktober ini menjelang perayaan Diwali di India.

“Kami memproyeksikan harga CPO tetap kuat di kisaran 3.500 – 4.500 per ton pada Oktober 2021. Kami tetap pada perkiraan rata-rata harga CPO kami di kisaran 3.700 ringgit, 2.900 ringgit, dan 2.800 ringgit per ton for 2021, 2022 and 2023 masing-masing," ujarnya, dilansir The Edge Markets, Rabu (6/10/2021).

Sementara itu, Ng mengatakan, pasokan CPO Malaysia akan turun setidaknya 2,5 persen secara bulanan pada September di tengah tingginya volume ekspor.

“Lami memperkirakan ekspor CPO akan tmbuh 39 persen per bulan dan 0,3 persen secara tahunan [yoy] pada September 2021 ke 1,62 juta ton, dan bisa tambah besar karena adanya peningkatan ekspor ke India, China, dan Uni Eropa,” jelasnya.

Perkiraan Ng untuk volume ekspor sebanyak 11,62 juta ton pada September 2021 ini lebih tinggi dari rata-rata historis selama 10 tahun yang hanya mencapai 1,56 juta ton untuk September.

“Kami memperkirakan akan adanya peningkatan tajam pada ekspor CPO Malaysia karena adanya pembatasan dan pergeseran impor CPO ke India yang sebelumnya dari Indonesia, menjadi dari Malaysia,” ujarnya.

Sementara itu, Ng juga memperkirakan produksi per bulannya menyusut karena adanya keterbatasan tenaga kerja, dengan perkiraan kenaikan hanya 1,6 persen ke 1,73 juta ton, atau lebih rendah dari rata-rata historis selama 10 tahun naik 3,3 persen per bulan.

Selain itu, proyeksi produksi CPO pada September juga diperkirakan lebih rendah 5 persen dibandingkan dengan rata-rata selama 10 tahun setiap September sebanyak 1,83 juta, dan turun 7 persen dari tahun sebelumnya.

“Estimasi capaian yang lebih rendah dibandingkan rata-rata 10 tahun pada September ini mencerminkan adanya masalah penyusutan tenaga kerja asing yang tengah dihadapi para petanui Malaysia. Kemudian, isu lainnya adalah tanaman yang sudah tua dan penanaman kembali yang lambat, masalah pupuk, juga masalah logistik,” jelas Ng. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak sawit harga cpo
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top