Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BEI Dinilai Lebih Menarik Ajak Startup IPO Dibanding Singapura. Mengapa?

Aturan main terkait multiple voting shares (MVS) atau Saham Hak Suara Multipel (SHSM) bakal menjadi pemanis bagi calon perusahaan tercatat.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 04 Oktober 2021  |  13:42 WIB
BEI Dinilai Lebih Menarik Ajak Startup IPO Dibanding Singapura. Mengapa?
Petugas memasang bendera merah putih di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/8/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar modal Indonesia dinilai lebih menarik bagi perusahaan teknologi ketimbang mencatatkan sahamnya di Bursa Singapura.

Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai pasar modal Indonesia jauh lebih menarik daripada negeri tetangga. Menurutnya, perusahaan teknologi akan jauh lebih diuntungkan bila go public disini.

“Saat ini perusahaan di Singapura yang mau mencatatkan saham sangat terbatas. Maka itu, market Indonesia [lebih] menarik. Bursa Singapura sedang kurang darah untuk perusahaan tercatat,” katanya kepada Bisnis pada Senin (4/9/2021).

Budi berpendapat aturan main terkait multiple voting shares (MVS) atau Saham Hak Suara Multipel (SHSM) bakal menjadi pemanis bagi calon perusahaan tercatat. Selain itu, memasukkan perusahaan rugi ke papan utama juga bisa menjadi tambahan katalis.

Menurutnya dengan membuka peluang bagi perusahaan unikorn teknologi untuk masuk dalam indeks utama pun dapat memenangkan hati para calon emiten. Meski cukup menarik, Budi melihat Bursa Singapura juga memiliki nilai tambah lainnya.

Tax rate di Singapura lebih menarik dan capital gain tax di sana pun tidak ada walaupun ukuran Bursa disana juga terbatas. Meskipun begitu, tarif pajak kita tidak perlu mengikuti mereka,” katanya.

Selain itu, aksi korporasi yang baru-baru ini digalang oleh Bukalapak dan Bank BRI juga telah menyedot modal yang besar dari pasar. Budi menilai modal yang beredar saat ini untuk pasar modal terlalu kecil bagi perusahaan teknologi.

Di sisi lain Regulator Singapura dengan dukungan dari perusahaan invetasi negara, Temasek Holdings Pte menyiapkan dana sekitar 1,5 miliar dolar Singapura atau setara US$1,1 miliar untuk mendongkrak aktivitas di pasar sahamnya.

Mengutip Bloomberg, Jumat (17/9/2021), aktivitas penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Singapura telah melambat. Dana senilai US$1,1 miliar tersebut nantinya akan diinvestasikan pada perusahaan dengan potensi pertumbuhan yang menjanjikan dan ingin IPO di Singapore Stock Exchange (SGX).

Secara terpisah, divisi investasi dari Singapore Economic Development Board (EDB) akan menyuntik dana sekitar 500 juta dolar Singapura untuk calon perusahaan tercatat dalam dua hingga lima tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei ipo bursa singapura Unicorn
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top