Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grup Northstar Siap Exit dari Trimegah (TRIM), Tahun Mendulang Untung

Advance Wealth Finance Ltd telah mengenggam saham TRIM sejak Desember 2012. Ketika itu, Advance membeli 1,7 miliar saham TRIM dari Spinnaker Capital Ltd dan Spinnaker Asset Management.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 04 Oktober 2021  |  20:03 WIB
Pendiri Northstar Patrick Walujo/www.nsgroup.com -
Pendiri Northstar Patrick Walujo/www.nsgroup.com -

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan private equity yang dikendalikan oleh Patrick Walujo, Northstar Group berpotensi meraih keuntungan berkali-kali lipat dari aksinya menjual 49,23 persen saham PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. (TRIM) kepada konsorsium Garibaldi Thohir.

Northstar Equity Partners III Ltd melalui Advance Wealth Finance Ltd diketahui telah mengenggam saham TRIM sejak Desember 2012. Ketika itu, Advance Wealth membeli 1,7 miliar saham TRIM dari Spinnaker Capital Ltd dan Spinnaker Asset Management. Harga pembelian kala itu senilai Rp117,7 per saham. Alhasil total nilai pembelian mencapai Rp200 miliar.

Hanya berselang dua bulan, TRIM melakukan aksi korporasi berupa penerbitan saham baru atau rights issue pada Februari 2013.

Delapan tahun kemudian, atau pada hari ini Senin (4/10/2021) ketika pengumuman rencana akuisisi oleh Garibaldi Thohir dibuat, saham TRIM ditutup pada level Rp366, atau lebih dari dua kali lipat dibanding harga pembelian oleh Advance pada 2012.  

Konsorsium Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir sebagai calon pengendali baru berencana membeli 3,5 miliar saham TRIM. Tujuan dari rencana pengambilalihan ini adalah untuk investasi dan pengembangan bisnis calon pengendali baru di pasar modal Indonesia.

Jika diambil harga tengah atau minimal Rp300 per saham, maka akuisisi TRIM bisa mencapai Rp1,05 triliun. Artinya, Northstar berpeluang mengantongi untung lebih dari Rp800 miliar dari aksi exit ini.

Adapun Boy Thohir menegaskan pihaknya tidak memiliki baik langsung maupun tidak langsung saham TRIM. Dia menambahkan pihaknya akan melaksanakan negosiasi sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 9/2018.

“Apabila rencana pengambilalihan telah selesai dilaksanakan, maka calon pengendali baru akan melaksanakan tender wajib sesuai ketentuan POJK,” kata Garibaldi.

TAHUN EXIT

2021 kemungkinan besar jadi tahun mendulang untung bagi Northstar. Pada Juli 2021, Northstar Advisors Pte melalui Clover Universal Enterprise Ltd akhirnya resmi menyatakan partially exits atau melepas sebagian sahamnya di PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. (CENT).

Clover Universal menyatakan pada 7 Juli 2021 telah menjual 10,29 miliar saham dengan harga Rp198 per saham. Dengan demikian nilai transaksinya adalah Rp2,03 triliun.

Clover Universal kemungkinan besar akan merealisasikan keuntungan hasil penjualan saham CENT untuk investasi di perusahaan lain. Jika melansir web resmi Northstar, perseroan percaya bahwa Asia Tenggara, dan khususnya Indonesia akan terus memberikan peluang investasi yang sangat baik ke depan.

“Grup Northstar memiliki mandat investasi yang luas dan fleksibel, dan kami telah mengerahkan sebagian besar modal kami di sektor-sektor di mana kami yakin dapat memanfaatkan pengalaman mendalam dan hubungan jangka panjang kami,” tulis penjelasan resmi di website tersebut.

Seperti diketahui, Northstar Grup yang didirikan oleh Patrick Walujo bersama Glenn Sugita terkenal aktif mengucurkan investasi pada perusahaan teknologi prospektif seperti Gojek, Zenius, eFishery. Salah satu portofolio Northstar, yakni PT Triputra Agro Persada Tbk (TPAG) juga sukses menggelar IPO pada April 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

northstar trimegah securities boy thohir
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top