Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penawaran ORI020 Diperkirakan Bisa Tembus Rp30 Triliun, Ini Sebabnya

Meskipun mempunyai kupon yang relatif rendah, Surat Berharga Negara (SBN) konvensional biasanya lebih atraktif di antara para investor.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 02 Oktober 2021  |  13:42 WIB
Penawaran ORI020 Diperkirakan Bisa Tembus Rp30 Triliun, Ini Sebabnya
Karyawan memantau pergerakan harga saham di kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Rabu (11/10). - JIBI/Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan obligasi ritel (ORI) seri ORI020 masih berpeluang catatkan penawaran yang tinggi meskipun cenderung terbatas.

Vice President of Economist Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan potensi tersebut mengingat ada tren kenaikan imbal hasil yield dalam dua minggu terakhir, sehingga seiring dengan sifatnya yang tradable atau dapat diperdagangkan.

Josua menyebutkan bahwa daya tarik ORI kali ini cenderung rendah terutama bagi investor ritel yang berniat memperdagangkannya dalam waktu dekat.

Namun di sisi lain, dia mengatakan bahwa dengan semakin rendahnya suku bunga bank, gap dari kupon dan suku bunga semakin tinggi, maka bisa mendorong kenaikan permintaan dari ORI020 ini.

“Bila dilihat dari polanya, meskipun mempunyai kupon yang relatif rendah, Surat Berharga Negara (SBN) konvensional biasanya lebih atraktif di antara para investor, seiring dengan sifatnya yang lebih likuid di pasar keuangan,” jelas Josua saat dihubungi Bisnis, Jumat (1/10/2021).

Oleh karenanya, ORI020 ini menurutnya mempunyai potensi untuk mencatatkan penawaran yang lebih tinggi dibandingkan SBN Sukuk Ritel Negara seri SR015. Meski memang terbatasi oleh kondisi imbal hasil di dalam negeri secara umum.

“Diperkirakan penerbitan ORI020 akan mendapatkan penawaran antara Rp20 triliun-Rp30 triliun,” kata Josua.

Beriringan dengan itu, Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, meski kupon yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan dengan seri sebelumnya, ORI020 masih akan tetap dicari oleh investor ritel.

Wawan memaparkan, bunga deposito yang rendah dan pandemi berkepanjangan membuat tingkat likuiditas saat ini masih cukup melimpah. Hal ini membuat investor aktif mencari opsi investasi yang aman seperti ORI020.

“ORI juga menawarkan beberapa nilai tambah lain seperti likuiditas dan sifatnya yang dapat diperdagangkan (tradable),” jelasnya saat dihubungi, Jumat (1/10/2021).

Wawan menambahkan, dibandingkan dengan deposito keuntungan investasi dari ORI020 masih lebih besar. Ia mengatakan, dengan kupon 4,95 persen investor akan mendapatkan return bersih sekitar 4,45 persen setelah pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara Obligasi Pemerintah obligasi ritel indonesia
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top