Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mau Buyback Jumbo, Begini Laju Saham ADRO

Adaro Energy merencanakan buyback jumbo Rp4 triliun, meskipun sahamnya cenderung naik pada 2021.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 27 September 2021  |  19:33 WIB
Kegiatan pertambangan batu bara di wilayah operasional PT Adaro Energy Tbk. - adaro.com
Kegiatan pertambangan batu bara di wilayah operasional PT Adaro Energy Tbk. - adaro.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pertambangan PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) bersiap melakukan buyback saham dengan nilai fantastis Rp4 triliun seiring dengan pergerakan harga sahamnya yang terus naik sepanjang tahun setelah sempat anjlok pada awal Februari lalu.

Pada penutupan perdagangan Senin (27/9/2021) harga saham ADRO tercatat mengalami kenaikan 1 poin atau 0,67 persen ke level Rp1.510. Sepanjang hari ini, saham ADRO bergerak di kisaran 1.505 – 1.560 meskipun mencatatkan penjualan oleh asing senilai Rp28,81 miliar.

Sepanjang tahun berjalan, saham ADRO berhasil bergerak naik 5,59 persen dari titik terendahnya di 1.160 ke posisi saat ini di 1.560. Sementara, dalam setahun harganya sudah bergerak tumbuh 32,46 persen dari level terendahnya 1.080 ke posisi 1.600.

Pada semester I/2021, ADRO mencatat pendapatan bersih US$1,56 miliar atau naik 15 persen dari semester I/2020 di US$1,36 miliar.

Adapun, ADRO menghasilkan EBITDA operasional sebesar US$635 juta dan laba inti sebesar US$330 juta, atau masing-masing naik 36 persen dan 45 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Hari ini, ADRO mengumumkan akan membeli kembali saham dengan nominal jumbo, sebesar Rp 4 triliun. Perseroan yakin pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja dan pendapatan.

Alasannya, saldo laba dan arus kas perseroan yang tersedia saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan dana pelaksanaan pembelian kembali saham ADRO.

Dengan buyback saham, untuk periode sampai dengan 30 Juni 2021 total aset ADRO akan berkurang dari US$6,73 miliar menjadi US$6,45 miliar. Kemudian, laba periode berjalan tetap pada US$189,29 juta. Sedangkan, ekuitas berkurang dari US$4,04 miliar menjadi US$3,76 miliar.

Pembelian Kembali Saham Perseroan juga akan menggunakan dana dari kas internal perseroan karena melihat perseroan memiliki permodalan dan arus kas yang baik dan cukup untuk membiayai seluruh kegiatan usaha dan operasional, belanja modal, serta pembelian kembali saham perseroan.

“Perseroan berharap dengan dilaksanakannya Pembelian Kembali Saham Perseroan akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor sehingga harga saham ADRO dapat mencerminkan kondisi fundamental yang sebenarnya,” ujar Sekretaris Perusahaan ADRO Mahardika Putranto dalam keterbukaan informasi, Senin (27/9/2021).

Dengan dana pembelian kembali saham tersebut, perseroan akan melakukan pengalihan atas saham hasil pembelian kembali dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya POJK No. 2/2013.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bursa efek indonesia adaro adaro energy
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top