Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ADRO dan PTBA Menangkap Berkah Permintaan Batu Bara dari China

Penjualan batu bara ekspor Adaro dan PTBA didominasi pasar China.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 07 September 2021  |  09:31 WIB
ADRO dan PTBA Menangkap Berkah Permintaan Batu Bara dari China
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir menyampaikan sambutan saat Perayaan 10 Tahun Initial Public Offering (IPO) sekaligus satu dekade transformasi bisnis perusahaan PT Adaro Tbk di Jakarta, Senin (16/7). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Dua perusahaan tambang batu bara masih mengandalkan pasar ekspor untuk mendulang pendapatan, terutama melihat tingginya permintaan dari China.

Sekretaris Perusahaan PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) Mahardika Putranto mengatakan, fundamental permintaan batu bara jangka panjang masih menguat, terdorong oleh peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan infrastruktur.

Dari sisi permintaan untuk batu bara metalurgi diperkirakan masih akan mencapai 400 juta ton pada 2030. Sementara itu, secara jangka pendek akan ada peningkatan kebutuhan musim dingin di negara-negara berkembang.

“Permintaan di Asia Tenggara masih akan terjadi peningkatan. Vietnam masih akan bergantung kepada batu bara impor karena masih mengalami keterbatasan pasokan listrik, dan akan masih akan ada 7GW PLTU baru yang beroperasi,” jelasnya pada paparan publik, Senin (6/9/2021).

Secara global, kapasitas PLTU yang terpasang sudah ada 20.000 GW. Ada 185 GW tambahan PLTU di seluruh dunia, terbesar di China dan India. Di Indonesia sendiri ada 73 GW kapasitas PLTU yang terpasang.

“Ini memperlihatan bahwa tingkat permintaan batu bara masih akan solid di wilayah Asia,” imbuhnya.

Pada semester pertama, emiten berkode saham ADRO tersebut tercatat menyalurkan produksinya mayoritas untuk ekspor, dan China sebagai penerima terbesar.

Berdasarkan laporan keuangan Semester I/2021, ADRO menyalurkan produksinya ke Indonesia sebanyak 28 persen. Kemudian, 22 persen ke seluruh Asia Tenggara, 20 persen ke China, 18 persen ke Asia Timur, 10 persen ke India, dan 2 persen ke Selandia Baru.

Senada, perusahaan tambang batu bara PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) juga akan berfokus pada pasar ekspor pada semester II/2021.

Direktur Keuangan PTBA Farida Thamrin menyebutkan pendapatan PTBA tumbuh 14 Persen. Salah satu pendorongnya terkait dengan ekspor.

Pada kuartal I/2021, posisi ekspor PTBA masih minoritas dan pasar domestik masih mendominasi, hampir 70 persen. Namun, pada kuartal II/2021, perusahaan memanfaatkan dengan baik kenaikan harga dan perbaikan cuaca.

“Secara semester I/2021 proprosi domestik hanya 63 persen saja, ini bukan hal mudah. Tapi dari angka ekspor kita didukung oleh penjualan HCV [batu bara kalori tinggi] yang naik 3 persen,” jelasnya pada paparan publik, Senin (6/9/2021).

Farida menambahkan, mengantongi 92 persen kontrak penjualan dari target produksi 2021. Batu bara yang diproduksi PTBA laris manis, dari domestik dan ekspor, di mana penjualan ekspor pada kuartal II/2021 naik 63 persen.

“Kita meningkatkan ekspor di kuartal II/2021 karena kita yakin apalagi dengan aturan DMO 25 persen, kita pada kuartal II/2021 ini sudah mencapai DMO 61 persen dan lebih tinggi dari target 50 persen. Sehingga di kuartal II/2021 kita fokuskan untuk ekspor,” imbuh Farida.

Beberapa negara juga antusias dengan batu bara dari Bukit Asam karena PTBA termasuk produsen dengan varian batu bara yang lengkap, sehingga permintaannya menjadi tinggi.

“China sendiri itu mereka demand-nya naik 9 kali lipat, Filipina naik 5 kali lipat. Porsi China jadi negara ekspor tujuan kita sekitar 16 persen, Filipina mencapai 4 persen. Sesudah China, demand dari India juga besar. Batu bara kami demandnya banyak, sehingga kami tidak ragu naikan produksi,” tambahnya,

Perinciannya, peminat batu bara PTBA secara global di China 16 persen, India 5 persen, Taiwan 4 persen, Filipina 4 persen, Malaysia 2 persen, dan Vietnam 2 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara ptba bukit asam adaro adaro energy
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top