Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Diam-diam, Asing Borong Saham Bukalapak (BUKA) hingga Rp1 Triliun

Broker yang tercatat agresif melakukan pembelian adalah PT UBS Sekruritas Indonesia, PT CGS-CiMB Sekuritas Indonesia dan PT Citigroup Sekuritas Indonesia.
Warga mengakses aplikasi Bukalapak di Jakarta, Kamis (5/8/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Warga mengakses aplikasi Bukalapak di Jakarta, Kamis (5/8/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Investor asing terus melakukan akumulasi beli ketika harga saham PT Bukalapak.com Tbk. mengalami tekanan.

Sampai dengan penutupan sesi I perdagangan Kamis (23/9/2021), investor asing tercatat melakukan pembelian bersih hingga Rp1,04 triliun selama sebulan terakhir. Hal itu membuat saham emiten berkode saham BUKA itu naik 2,30 persen.

Adapun broker yang tercatat agresif melakukan pembelian adalah PT UBS Sekruritas Indonesia, PT CGS-CiMB Sekuritas Indonesia dan PT Citigroup Sekuritas Indonesia. Khusus untuk UBS, perseroan mengeluarkan dana hingga mencapai Rp522,1 miliar untuk memborong saham BUKA.

Sementara itu, BUKA baru saja masuk dalam lima indeks sekaligus yaitu, LQ45, IDX30, IDX80, JII, JII70. Hal itu membuat saham emiten teknologi tersebut naik 4,71 persen hingga sesi I. Khusus pada hari ini, saham BUKA diborong investor asing sebesar Rp92,86 miliar.

Investor tercatat mentransaksikan BUKA sebanyak 17.613 kali dengan nilai mencapai Rp351,74 miliar. Adapun jumlah saham yang beredar mencapai 399,35 juta.

Sebagai informasi, BUKA menggeser beberapa saham demi mendapatkan tiket konstituen kelima indeks.

Diantaranya adalah TKIM, SMRA, LINK, AKRAdan ULTI. Adapun periode efektif mulai 29 September sampai dengan Januari 2022.

Sebagaimana diketahui BEI melakukan evaluasi fast entry sebelum memasukkan saham Bukalapak ke dalam indeks tersebut. Regulator menilai rasio free float emiten teknologi itu mencapai 44 persen sehingga dapat menggeser konstituen lain.

Sebelumnya, BUKA mencatatkan jumlah mitra sebanyak 1,3 juta pada 2018. Jumlah itu bertumbuh hingga 8,7 juta pada semester I/2021. Direktur Bukalapak.com Teddy Oetomo mengatakan berdirinya Mitra Bukalapak dilatarbelakangi oleh masih banyaknya UMKM yang belum terdigitalisasi.

“Pada 2017, Bukalapak meluncurkan Mitra Bukalapak guna membantu warung tradisional bersaing di era digitalisasi dengan usaha retail modern,” katanya dalam keterangan resmi Selasa (21/9/2021). Menurutnya dengan Mitra Bukalapak, warung-warung tradisional kini dapat menawarkan layanan online tambahan seperti pembayaran tagihan dan isi ulang pulsa kepada para pelanggan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper