Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Betah di Zona Hijau, Saham BUKA Diburu Asing setelah Masuk LQ45

Tercatat, 268 saham menguat, 219 saham melemah dan 165 saham bergerak ditempat. Investor asing membukukan net foreign buy sebesar Rp409,08 miliar.
Warga mengakses aplikasi Bukalapak di Jakarta, Kamis (5/8/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Warga mengakses aplikasi Bukalapak di Jakarta, Kamis (5/8/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (23/9/2021).

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 11.30 WIB, IHSG parkir pada posisi 6.134,31 di akhir sesi I, naik 0,43 persen atau 26,05 poin.

Tercatat, 268 saham menguat, 219 saham melemah dan 165 saham bergerak ditempat. Investor asing membukukan net foreign buy sebesar Rp409,08 miliar.

Saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) tercatat menjadi top gainers teratas dengan penguatan 34,74 persen ke level 128 disusul oleh PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) dengan kenaikan 28,4 persen.

Sementara itu, Investor asing tercatat membeli saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp385,1 miliar, atau terbanyak hingga penutupan sesi I. Menyusul dibelakangnya adalah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) senilai Rp92,9 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp71 miliar.

Sementara itu, saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing adalah saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebanyak Rp35,5 miliar, dan saham PT Astra International Tbk. (ASII) senilai Rp15,3 miliar.

Sebelumnya, Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang menjelaskan indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Amerika mampu rebound 1 persen setelah turun selama lima hari berturut-turut tadi malam. Hal itu seiring dengan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang lebih hawkish mengenai arah kebijakan suku bunga.

“Tercermin lewat sembilan dari 18 pejabat Fed siap untuk menaikkan suku bunga tahun 2022 sebagai respons atas kenaikan inflasi yang diperkirakan mencapai 4,2 persen pada tahun ini, lebih dari dua kali lipat dari target yang ditetapkan 2 persen serta The Fed menyatakan kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan (tapering) segera setelah November,” tulis Edwin dalam riset harian, Kamis (23/9/2021).

Selanjutnya, kombinasi penguatan DJIA, EIDO, dan sejumlah harga komoditas disebut menjadi katalis penguatan IHSG pada hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper