Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sritex (SRIL) Akan Selesaikan Pinjaman Bilateral, Begini Rencananya

Pemberi pinjaman bilateral yang memiliki klaim sebesar US$636,2 juta, akan menerima penyelesaian melalui dua tranche.
Seorang karyawan tengah menjahit seragam militer di pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk. Divisi garmen merupakan salah satu pilar usaha perusahaan tekstil berbasis di Solo tersebut./sritex.co.id
Seorang karyawan tengah menjahit seragam militer di pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk. Divisi garmen merupakan salah satu pilar usaha perusahaan tekstil berbasis di Solo tersebut./sritex.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex menjelaskan rencana untuk menyelesaikan pinjaman bilateral milik perseroan.

Berdasarkan laporan Reorg yang dikutip Selasa (14/9/2021), SRIL mengusulkan untuk memperpanjang jatuh tempo pinjaman bilateral perseroan hingga 15 tahun.

Pemberi pinjaman bilateral yang memiliki klaim sebesar US$636,2 juta, akan menerima penyelesaian melalui dua tranche.

Tranche A dengan nilai US$185,8 juta atau Rp2,642 triliun, US$95,6 juta dan €3,3 juta. Tranche A dengan denominasi rupiah akan memiliki kupon 0,5 persen hingga 5 persen per tahun. Sementara itu, pinjaman tranche A berdenominasi dolar AS dan Euro akan menerima kupon 0,25 persen hingga 2,5 persen per tahun.

Sementara Tranche B sebesar Rp3,228 triliun, US$116,7 juta, dan €4,2 juta, masing-masing memiliki bunga 0,10 persen per tahun.

Sebelumnya, Manajemen Sritex dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan berkomitmen melakukan restrukturisasi dan telah proaktif dalam diskusi restrukturisasi dengan semua krediturnya. Termasuk, lembaga-lembaga keuangan yang telah memberikan pinjaman bilateral yang mendukung operasi grup Sritex.

"Grup Sritex menghargai pemberi pinjaman bilateral yang merupakan konstituen kreditur terbesar dan dukungan pemberi pinjaman bilateral penting, untuk memastikan bahwa restrukturisasi yang berhasil dapat tercapai. Juga melalui dukungan dari pemberi pinjaman bilateral, Grup Sritex dapat terus beroperasi dalam situasi yang penuh tantangan ini," tulis Manajemen Sritex (5/8/2021).

Sritex juga menyebutkan telah menerima nominasi dari lebih 56 persen nilai pemberi pinjaman bilateral bersama dengan pernyataan kemampuan dan proposal biaya. Proses peninjauan pun telah dilakukan bersama dengan pengurus PKPU independen.

Menurut Sritex, pengurus PKPU independen telah terlibat dalam proses karena Grup Sritex sedang dalam proses PKPU dan penunjukan penasihat perlu disetujui oleh pengurus PKPU independen. Pengurus PKPU independen telah memberikan bimbingan mengenai penasehat yang tepat dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik para kreditur.

Dalam hal ini, Sritex dan Pengurus PKPU sepakat menunjuk Deloitte dan Ginting & Reksodiputro masing-masing sebagai penasihat keuangan dan hukum untuk komite pengarah.

Untuk memfasilitasi diskusi ke depan, Deloitte dan Ginting & Reksodiputro akan menghubungi masing-masing pemberi pinjaman bilateral, sehubungan dengan panggilan perkenalan dan untuk memahami jika ingin menjadi bagian dari komite pengarah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper