Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tingkatkan Kontribusi Penerimaan Ekspor, Mahkota Group (MGRO) Bidik Pasar China

MGRO menargetkan kontribusi ekspor produk CPO di akhir tahun ini dapat mencapai 50 persen dari total penjualan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 23 Agustus 2021  |  12:52 WIB
Presiden Direktur PT Mahkota Group Tbk. Usli Sarsi memberikan paparan saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia, di Jakarta, Senin (3/9/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Presiden Direktur PT Mahkota Group Tbk. Usli Sarsi memberikan paparan saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia, di Jakarta, Senin (3/9/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Mahkota Group Tbk (MGRO) mengincar negara China sebagai salah satu pasar ekspor potensial di semester II/2021.

Direktur Utama MGRO Usli Sarsi mengatakan, pihaknya terus mencari pasar ekspor potensial seiring dengan strategi perusahaan untuk meningkatkan kontribusi penerimaan dari sektor ini. MGRO menargetkan kontribusi ekspor produk CPO di akhir tahun ini dapat mencapai 50 persen dari total penjualan.

Usli mengatakan, salah satu pasar yang menjadi incaran perusahaan adalah China. Perusahaan tengah menjajaki kemungkinan untuk mengekspor produk-produk sawitnya ke Negeri Panda ini.

“Kami sedang mencoba untuk masuk ke China karena potensinya yang sangat besar,” jelasnya dalam wawancara eksklusif dengan Bisnis Indonesia belum lama ini.

Usli melanjutkan, pihaknya terus mencari ceruk pasar ekspor yang potensial untuk produk-produk hilir CPO seperti refined, bleached and deodorized palm oil (RBDPO) dan olein. Pasalnya, kehadiran kebijakan pengurangan bea ekspor untuk produk hilir sawit akan menguntungkan bagi margin MGRO.

Beberapa negara yang dipertimbangkan perusahaan adalah negara-negara berkembang dengan kebutuhan produk-produk CPO seperti Pakistan dan Sri Lanka. Ia menambahkan, pihaknya belum melirik pasar Eropa mengingat beberapa isu terkait produk sawit yang dapat berimbas negatif bagi perusahaan.

Adapun, sejauh ini MGRO telah mengekspor produk-produknya ke sejumlah negara di kawasan Asia dan Afrika seperti Korea Selatan, Malaysia, Mesir, dan India.

Selain itu, MGRO juga akan terus menggenjot produksi dari CPO dan produk-produk turunannya. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan operasional pabrik-pabrik perusahaan.

“Tadinya kapasitas produksi kami 800 ton per hari, sekarang sudah 1.200 ton per hari. Akan kami usahakan pabrik penyulingan (refinery) beroperasi secara penuh,” jelasnya.

Lebih lanjut, MGRO juga akan membangun sejumlah tangki timbun di pelabuhan yang digunakan untuk menyimpan hasil produksi perusahaan. Sejauh ini, Usli mengatakan MGRO memiliki 26 unit tangki timbun yang masing-masing dapat menyimpan 3.000 ton produk CPO perusahaan.

Usli menjelaskan, pihaknya akan membangun 10 unit tangki timbun tambahan di Sumatera Selatan. MGRO juga akan menambah 4 tangki timbun di Dumai dengan kapasitas masing-masing 5.000 ton.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2021, MGRO mencetak penjualan sebesar Rp2,65 triliun naik 107 persen year-on-year (yoy). Segmen penjualan minyak sawit menjadi kontributor terbesar dengan torehan Rp2,37 triliun atau naik 125 persen yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahkota grup pasar ekspor
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top