Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INOV Kumpulkan 13,2 Juta Ton Sampah Plastik, Begini Rencana Bisnisnya

INOV berkomitmen untuk mendukung dan merealisasikan target recycle rate dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dapat tumbuh hingga 50 persen.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 18 Agustus 2021  |  11:29 WIB
Entitas usaha PT Inocycle Technology Group Tbk., PT Plasticspay Teknologi Daurulang, meluncurkan program pengelolaan sampah botol plastik yang ditujukan untuk komunitas dan masyarakat.
Entitas usaha PT Inocycle Technology Group Tbk., PT Plasticspay Teknologi Daurulang, meluncurkan program pengelolaan sampah botol plastik yang ditujukan untuk komunitas dan masyarakat.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Inocycle Technology Group Tbk. (INOV), emiten yang mendaur ulang sampah botol plastik (PET), melalui anak usaha PT Plasticpay teknologi Daurulang (Plasticpay) berhasil mengumpulkan 13,2 juta ton sampah plastik hingga semester I/2021.

Suhendra Setiadi, Direktur Inocycle Technology mengungkapkan saat ini kendala terbesar industri daur ulang di Indonesia adalah kekurangan pasokan bahan baku, sehingga ada importir plastik dari negara lain.

"Padahal, Indonesia sudah dinilai sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia, dengan memproduksi lebih dari 60 juta ton sampah plastik per tahun, namun tidak terkelola dengan baik," jelasnya, Selasa (17/8/2021).

Oleh sebab itu, melalui Plasticpay perseroan menciptakan reverse vending machine (RVM) yang merupakan mesin pengumpulan sampah plastik berbasis aplikasi.

Melalui mesin ini setiap sampah plastik yang dimasukan oleh masyarakat akan mendapatkan reward berupa Plasticpay Point yang dapat ditukarkan menjadi uang elektronik melalui aplikasi Plasticpay.

Setiap sampah plastik yang dikumpulkan oleh Plasticpay akan diolah menjadi RePSF oleh INOV menjadi bahan dasar seperti Flakes, Polyester Stable Fiber, dan Felt yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai jenis industri.

INOV biasa mengubah plastik PET menjadi recycled polyester staple fiber (RePSF), yang merupakan inti dari beragam bahan baku industri mulai dari otomotif, konstruksi, pertanian, infrastruktur, pakaian & peralatan rumah tangga.

Dari bahan dasar yang dihasilkan oleh INOV, selanjutnya akan diproduksi kembali menjadi produk-produk bermanfaat untuk dikembalikan kepada masyarakat sehingga tercipta sebuah ekosistem 3.600 yang dapat di skala dan terukur.

“Kami berharap dengan adanya Plasticpay dapat menjaga dan menambah pasokan bahan baku yang akan diproduksi oleh INOV. Hingga Semester I/2021 ini Plasticpay telah mengumpulkan lebih dari 13,2 ton sampah botol plastik yang berasal dari 140 titik mini collection point (MCP) yang sudah terpasang di area kota Tangerang dan Jabodetabek," ujarnya.

Saat ini sudah ada sebanyak 276 MCP yang siap untuk dipasang, sehingga diharapkan dengan jangkauan yang lebih luas dan jumlah MCP yang terus bertambah, Plasticpay dapat terus memberikan kontribusi yang positif bagi produksi INOV ke depan.

Di sisi lain, dalam rangka mengamankan pasokan bahan baku yang berasal dari luar pulau Jawa, INOV juga telah melakukan ekspansi dengan membangun pabrik Re-PSF dan washing facility di Sumatra dan Sulawesi.

Hal ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar dan produksi INOV yang sebelumnya hanya terbatas di pulau Jawa.

“Dalam rangka menangkap peluang pasar dan memperluas supply chain, kami telah membangun fasilitas pencucian botol plastik di Deli Serdang, Sumatera Utara," katanya.

Selain itu, tahun ini INOV kembali menambah dua pabrik baru di Kabupaten Gowa dan Takalar, Sulawesi. Saat ini salah satu pabrik di Gowa yaitu pabrik pencucian botol plastik sudah mulai beroperasi dengan kapasitas mencapai 500 ton per bulan.

"Diharapkan dengan langkah-langkah ini pengelolaan sampah plastik di Indonesia dapat semakin membaik dan target peningkatan recycle rate di Indonesia juga dapat tercapai,” tutup Suhendra.

Melalui anak usaha yaitu PT Plasticpay teknologi Daurulang (Plasticpay) terus mendukung penerapan konsep circular economy dalam rangka meningkatkan recycle rate di Indonesia yang saat ini masih sangat rendah yaitu di bawah 10 persen.

Perseroan berkomitmen untuk mendukung dan merealisasikan target recycle rate dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dapat tumbuh hingga 50 persen.

Saat ini, INOV mengoperasikan tiga pabrik pembuatan produk daur ulang serat stapel buatan di Tangerang, Solo dan Mojokerto dengan pabrik pengolahan sampah botol plastik di Solo, Mojokerto dan Medan.

Selain itu INOV juga mengoperasikan dua pabrik untuk industri bukan tenunan (non-woven) di Salatiga dan Palembang. Pada 2021, INOV menambah dua pabrik Re-PSF, bukan tenunan (Non-Woven) serta washing facility di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daur ulang Sampah Plastik Inocycle Technology Group
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top