Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aset CMNP Bertambah Meski Pendapatan Digerus Pandemi Covid-19

Aset CMNP juga bertambah melalui anak usaha yaitu PT Citra Waspphutowa selaku operator jalan Tol Depok-Antasari (Desari) yang telah menyelesaikan Seksi 2: Brigif–Sawangan yang dioperasikan sejak tanggal 3 Juli 2020.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 24 Juli 2021  |  10:11 WIB
Kantor pusat PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) - Bisnis
Kantor pusat PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP) masih mencatatkan penambahan aset selama 2020. Namun demikian, pandemi Covid-19 tercatat telah memukul pendapatan perseroan pada 2020.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020 mengumumkan bahwa aset konsolidasi perseroan naik 6,76 persen atau bertambah Rp1,04 triliun. Namun demikian, pandemi Covid-19 membuat lalu lintas harian rata-rata (LHR) tol milik CMNP turun.

"Akibat Pandemi Covid-19 volume lalu lintas mengalami penurunan dan menyebabkan laba usaha perseroan mengalami penurunan sebesar 29.65 persen serta EBITDA sebesar 27.89 persen dari tahun 2019," seperti dikutip dari keterangan resmi perseroan, Jumat (23/7/2021).

Adapun, penambahan aset perseroan pada 2020 adalah perpanjangan konsesi Tol Harbour Road (HBR) II hingga 2060 akibat dari pengembangan ruas.

Pengembangan Tol HBR II merupakan kemitraan bersama swasta dengan BUMN dengan menggandeng PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. sebagai sebagai penyedia jasa konstruksi Rancang dan Bangun.

Selain itu, aset CMNP juga bertambah melalui anak usaha yaitu PT Citra Waspphutowa selaku operator jalan Tol Depok-Antasari (Desari) yang telah menyelesaikan Seksi 2: Brigif–Sawangan yang dioperasikan sejak tanggal 3 Juli 2020. Sementara itu, pembangunan seksi 3 dan 4 Sawangan – Salabenda sedang dalam percepatan pembangunan.

Di sisi lain, anak usaha perseroan lainnya telah menyelesaikan konstruksi Tol Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Seksi 3 Sumedang-Cimalaka sepanjang 4.05 km. Selain itu, konstruksi Seksi 5A dan 6B masih berlangsung.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mendata perkembangan pembebasan jalan tol sepanjang 60,1 kilometer dibangun oleh dua pihak, yakni pemerintah (seksi I dan seksi II) dan PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) (seksi III—VI). Pembebasan lahan oleh pemerintah telah mencapai 94 persen, sedangkan oleh CKJT baru mencapai 59,67 persen.

"Masalah pembebasan lahan ini saya minta dikeroyok agar konstruksinya bisa cepat bergerak, karena konstruksi hanya dapat berjalan cepat jika lahan sudah tersedia," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Biaya pembebasan lahan jalan tol tersebut belum diperkirakan. Namun, nilai investasi yang dibenamkan mencapai Rp8,41 triliun, sedangkan biaya konstruksinya sekitar Rp5,58 triliun.

Basuki meminta agar seluruh pihak terus berkoordinasi dan berupaya keras untuk mempercepat pembebasan lahan sehingga penyelesaian tol Cisumdawu sesuai target akhir 2021. Oleh karena itu, Basuki berujar akan terus meningkatkan koordinasi dengan beberapa pihak, seperti Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Badan Pertanahan Nasional (BPN), kepolisian daerah, dan Kejaksaan Tinggi.

Menurutnya, mekanisme pembebasan lahan sudah dilaksanakan sesuai prosedur. Adapun, akan dilakukan konsinyasi atau titip uang ganti rugi di pengadilan jika tidak terjadi kesepakatan harga.

Kementerian PUPR mencatat konstruksi Seksi I Cileunyi—Rancakalong sepanjang 11,45 km konstruksinya mencapai 71,59 persen dengan progres pembebasan lahan 97,74 persen. Sementara itu, progres konstruksi Seksi II Rancakalong—Sumedang sepanjang 17,35 km telah mencapai 91,13 persen dengan capaian pembebasan lahan 95,93 persen.

Adapun, konstruksi Seksi 3 Sumedang—Cimalaka sepanjang 4,05 km telah rampung. Kemudian, pembangunan Seksi 4 Cimalaka—Legok sepanjang 8,20 km dan Seksi 5 Legok—Ujungjaya sepanjang 14,9 km saat ini telah dimulai pekerjaan site clearing dengan progres lahan masing—masing 39,71 persen dan 38.00 persen.

"Berdasarkan laporan, pada April lahan sudah bisa 70 persen untuk Seksi 4 sehingga konstruksi kita minta Mei sudah bisa bergerak," kata Basuki.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol lalu lintas cmnp citra marga nusaphala persada Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top