Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meski Banyak Tantangan, Trimegah Asset Management Tak Ubah Target IHSG 2021

Dalam menentukan target, Trimegah memperhitungkan banyak faktor antara lain valuasi IHSG dibandingkan dengan pasar regional, arah tingkat suku bunga, keadaan makro ekonomi global dan domestik.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 18 Juli 2021  |  15:59 WIB
Meski Banyak Tantangan, Trimegah Asset Management Tak Ubah Target IHSG 2021
Direktur Utama Trimegah AM Anthony Dirga dalam press conference Trimegah FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index, Selasa (9/2/2021). - Bisnis/Dhiany Nadya Utami
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Trimegah Asset Management tidak merubah target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk penghujung tahun 2021 karena prediksinya kinerja pasar saham pada semester II/2021 akan mengalami rebound yang cukup berarti.

Direktur Utama Trimegah Asset Management Anthony Dirga menyebutkan sejak awal tahun Trimegah berpendapat bahwa pada 2021, meskipun penuh tantangan, kinerja pasar saham akan tetap positif.

“Target kami untuk IHSG di akhir tahun masih sama dengan yang kami tetapkan di awal tahun, yaitu 6.700-6.800. Malah jika skenario yang paling bullish terjadi, IHSG bisa saja mengakhiri tahun di atas level 7.000,” ungkap Anthony kepada Bisnis, Jumat (16/7/2021).

Dia menyampaikan bahwa pada semester pertama 2021 pasar modal mengalami banyak tantangan di mana IHSG berakhir dengan posisi flat dan LQ45 ditutup dengan posisi minus 9,6 persen.

Namun untuk semester kedua ini Anthony mengaku optimis bahwa target IHSG yang telah ditetapkan akan tercapai dengan beberapa faktor pendukung diantaranya kenaikan bond yield di Amerika Serikat yang lebih terukur yaitu nonaggressive tapering, sehingga bond yield di Indonesia menjadi tidak volatil.

Kemudian Anthony melanjutkan kenaikan partisipasi investor ritel akan mengurangi dependensi terhadap investor asing. Ditambah untuk jangka panjang, Undang-undang Cipta Kerja dan peraturan turunannya menurut Anthony akan menciptakan struktur ekonomi Indonesia yang lebih kompetitif di pasar regional.

Adapun, faktor terpenting menurut Anthony adalah kesuksesan negara kita dalam menanggulangi situasi Covid-19 yang memburuk akhir-akhir ini.

“Adanya tindakan tegas dari pemerintah yang memberlakukan PPKM Darurat tgl 3-20 Juli, kami bertambah yakin bahwa kenaikan jumlah kasus harian Covid-19 akan mencapai puncaknya dalam waktu 1-2 minggu ini,” ungkap Anthony.

Menurutnya, jumlah kasus harian Covid-19 yang mencapai puncak merupakan sinyal untuk pasar saham bahwa pemerintah mampu mengendalikan pandemi ini.

Puncak jumlah kasus harian tersebut ungkapnya menjadi katalis positif jangka pendek yang dibutuhkan oleh pasar saham yang cenderung forward looking. Kemudian, dia menyebutkan rencana distribusi vaksin yang semakin agresif juga akan berdampak positif.

Anthony menjelaskan, dalam menentukan target IHSG, Trimegah memperhitungkan banyak faktor antara lain valuasi IHSG dibandingkan dengan pasar regional, arah tingkat suku bunga, keadaan makro ekonomi global dan domestik. Termasuk juga analisa historis perilaku pasar dalam berbagai krisis yang berbeda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG pasar modal proyeksi ihsg pt trimegah asset management
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top