Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garap Subang Smartpolitan, SSIA Tarik Pinjaman IFC US$35 Juta

Fasilitas pinjaman dari IFC didedikasikan untuk mendukung pembangunan hijau berkelanjutan pada proyek Subang Smartpolitan.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 05 Juli 2021  |  21:09 WIB
Kawasan Industri Surya Cipta, Kawarang. Kawasan ini dikelola PT Surya Semesta Internusa Tbk. - suryainternusa.com
Kawasan Industri Surya Cipta, Kawarang. Kawasan ini dikelola PT Surya Semesta Internusa Tbk. - suryainternusa.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pengembang lahan industri PT Surya Semesta Internusa Tbk. menerima pinjaman tahap kedua sebesar US$35 juta dari International Finance Corporation (IFC), anggota World Bank Group.

Pinjaman dilindung nilai dengan skema cross currency interest rate swap, oleh karena itu emiten berkode SSIA ini menerima Rp499,45 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,96 persen.

VP Head of Investor Relations Surya Semesta Internusa Erlin Budiman mengatakan, hingga saat ini, SSIA memiliki sisa US$15 juta paket pinjaman dari total fasilitas kredit sebesar US$100 juta yang ditandatangani pada Mei 2018.

“Fasilitas pinjaman ini didedikasikan untuk mendukung pembangunan hijau berkelanjutan pada proyek Subang Smartpolitan,” kata dia dalam keterangan resmi, Senin (5/7/2021).

Adapun rincian pinjaman IFC tahap kedua ini antara lain suku bunga penerimaan nasional yaitu Libor 6 bulan + 2,75 persen, suku bunga pembayaran nasional adalah 8,96 persen (tetap), nilai tukar rupiah pada level Rp14.270.

Kemudian, tanggal efektif pinjaman 7 Juni 2021, sementara tanggal jatuh temponya 15 Juni 2028 atau diperpanjang dari 15 Juni 2026, sedangkan penyelesaian bunga yakni setiap enam bulan pada setiap tanggal 15 Juni dan 15 Desember.

Sebelumnya SSIA telah menarik pinjaman tahap pertama IFC senilai US$50 juta atau Rp702,5 miliar dengan bunga tetap 10,06 persen pada pertengahan September 2019. Pinjaman tahap pertama ini akan jatuh tempo pada 15 Juni 2026.

Menurut Erlin, perseroan percaya bahwa investasi pertama oleh IFC di SSIA akan menciptakan pasar yang membuka peluang lebih besar untuk masa depan proyek baru Subang City of Industry.

Selain menyediakan modal jangka panjang, kerjasama SSIA dengan IFC akan membantu untuk mempercepat pengembangan Subang Smartpolitan.

“Proyek unggulan perseroan ini menghadirkan standar hijau berkelanjutan baru untuk sektor ini melalui penggunaan teknologi terbaru, dan memacu pengembang kawasan industri lainnya untuk mengikuti jalan yang sama,” kata dia.

Sementara itu, SSIA mencatatkan prapenjualan lahan seluas 7,5 ha pada Mei 2021 kepada perusahaan teknologi lokal dengan ASP US$123 per square meter (psm), dengan total nilai Rp129,2 miliar.

SSIA menetapkan target marketing sales seluas 20 hektar pada 2021 dari Suryacipta City of Industry Karawang. Selain itu, perseroan menargetkan dapat membukukan komitmen penjualan seluas 40 hektar tahun ini dari pengembangan baru, Subang Smartpolitan.

Prospek pendapatan SSIA sepanjang 2021 diperkirakan akan meningkat sekitar 15 persen. Target tersebut dapat direvisi dengan mempertimbangkan dampak Covid-19 hingga akhir 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ssia surya internusa ifc
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top