Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Surya Semesta (SSIA) Bukukan Prapenjualan Lahan Rp129,2 Miliar

Prapenjualan lahan tersebut berasal dari proyek Suryacitpta City of Industry Kawarang.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 23 Juni 2021  |  18:35 WIB
Surya Semesta (SSIA) Bukukan Prapenjualan Lahan Rp129,2 Miliar
Kawasan Industri Surya Cipta, Kawarang. Kawasan ini dikelola PT Surya Semesta Internusa Tbk. - suryainternusa.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pengembang lahan industri PT Surya Semesta Internusa Tbk. membukukan pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp129,2 miliar pada Mei 2021.

VP Head of Investor Relations Surya Semesta Erlin Budiman menjelaskan prapenjualan lahan itu berasal dari proyek Suryacitpta City of Industry Kawarang.

“Prapenjualan lahan seluas 7,5 hektare ke perusahaan teknologi regional dengan Average Selling Price (ASP) senilai US$123 per meter persegi, dengan total nilai Rp129,2 miliar,” kata Erlin dalam keterangan resmi, Rabu (23/6/2021).

Adapun, emiten dengan kode saham SSIA ini menargetkan penjualan lahan seluas 20 hektare di proyek Suryacipta City of Industry Karawang.

Selain itu, SSIA menargetkan komitmen penjualan lahan seluas 40 hektare tahun ini di proyek terbaru yaitu Subang Smartpolitan. 

Penjualan tanah industri yang belum bergairah pada awal tahun ini dinilai karena investor masih banyak yang menunda keputusan investasi akibat lockdown di beberapa negara.

“Namun demikian, sektor kawasan industri mengantisipasi peningkatan minat dari sektor berbasis teknologi dan logistik dalam beberapa bulan mendatang,” kata Erlin.

SSIA pun optimistis pendapatan pada 2021 akan meningkat 15 persen ditopang oleh penjualan lahan industri. Namun, ketercapaian target itu tetap dibayangi oleh faktor dampak pandemi yang memburuk.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2021, SSIA membukukan penurunan pendapatan sebesar 49,31 persen menjadi Rp447,08 miliar dari sebelumnya Rp882,04 miliar pada akhir kuartal I/2020.

Penurunan pendapatan pun membuat rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk membengkak hingga Rp78,04 miliar dari sebelumnya Rp17,41 miliar.

“Penurunan ini terutama disebabkan oleh pendapatan konstruksi dan perhotelan yang masing-masing turun sebesar 47,7 persen dan 78,5 persen. Sementara itu, pendapatan segmen bisnis properti SSIA meningkat sekitar 12,2 persen,” kata Erlin.

Sementara posisi rugi perseroan dijelaskan Erlin juga berasal dari penurunan laba operasional sekitar 141 persen dan peningkatan beban bunga sebesar 6,3 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surya semesta internusa marketing sales
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top