Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MNC Vision (IPTV) Lakukan Private Placement Rp173 Miliar

IPTV telah melaksanakan private placement pada tanggal 30 Juni dengan menerbitkan 665,2 juta saham baru dengan nominal Rp100 per saham, pada harga pelaksanaan Rp260 per saham.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 02 Juli 2021  |  16:22 WIB
Direktur Utama PT MNC Vision Networks Tbk. (MVN) Ade Tjendra (tengah) berfoto bersama Direktur Hari Susanto (dari kiri), Direktur Independen Vera Tanamihardja, DIrektur Iris Wee Soo Lin dan DIrektur Anthony Chandra K usai acara Due Diligence Meeting dan Public Expose di Jakarta, Senin (17/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Direktur Utama PT MNC Vision Networks Tbk. (MVN) Ade Tjendra (tengah) berfoto bersama Direktur Hari Susanto (dari kiri), Direktur Independen Vera Tanamihardja, DIrektur Iris Wee Soo Lin dan DIrektur Anthony Chandra K usai acara Due Diligence Meeting dan Public Expose di Jakarta, Senin (17/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Entitas usaha MNC Group, PT MNC Vision Networks Tbk. melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp172,95 miliar.

Berdasarkan Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, emiten bersandi IPTV tersebut telah melaksanakan private placement pada tanggal 30 Juni dengan menerbitkan 665,2 juta saham baru dengan nominal Rp100 per saham, pada harga pelaksanaan Rp260 per saham.

Artinya, emiten yang memiliki usaha jasa layanan internet dan tv kabel dengan bendera MNC Play tersebut mengantongi sekitar Rp172,95 miliar dari aksi korporasi tersebut.

“Dana yang diterima Perseroan setelah dikurangi biaya-biaya terkait PMTHMETD akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan,” demikian tulis manajemen IPTC dalam informasi tersebut, dikutip Jumat (2/7/2021)

Belum lama ini, IPTV mengumumkan anak perusahaanya Asia Vision Network (AVN) telah menyerahkan laporan registrasi konfidensial pada formulir F-4 ke SEC di AS, lembaga setara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia.

Penyerahan laporan tersebut berkaitan dengan merger yang dilakukan AVN dengan perusahaan blank check yang dibentuk untuk melakukan akuisisi yaitu Malacca Straits Acquisition Company (MLAC) yang telah terdaftar di pasar modal Amerika Serikat NASDAQ.

Perseroan pun mengharapkan AVN akan terdaftar di NASDAQ sebagai perusahaan induk baru Indonesia pada kuartal III/2021. Disebutkan bahwa kombinasi bisnis tersebut tunduk pada syarat dan kondisi penutupan yang berlaku, termasuk persetujuan dari pemegang saham MLAC.

Presiden Direktur MNC Vision Networks Ade Tjendra mengungkapkan bahwa langkah ini bertujuan untuk menciptakan peluang yang jauh lebih besar bagi pertumbuhan bisnis perseroan.

“Bersama dengan Malacca Straits, kami bertekad untuk membawa bisnis OTT [over the top] dan streaming dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia untuk terdaftar di NASDAQ, pasar modal terbesar di dunia,” ungkap Ade dalam keterbukaan informasi IPTV, Rabu (16/6/2021) lalu.

Ade melanjutkan dirinya yakin bisa mempercepat pertumbuhan IPTV dengan model bisnisnya yang unik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hary tanoe mnc private placement mnc vision networks
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top