Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Melonjak, Ini Upaya Kementerian BUMN dan Indofarma (INAF)

Kementerian BUMN melalui PT Indofarma Tbk (INAF) tengah mengurus perizinan untuk dapat memproduksi beberapa obat-obatan yang digunakan dalam terapi penyembuhan pasien Covid-19.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 21 Juni 2021  |  16:00 WIB
Pabrik PT Indofarma Tbk. Pada 2019, perusahaan farmasi milik negara itu berhasil mencetak laba setelah tiga tahun menderita kerugian. - indofarma.id
Pabrik PT Indofarma Tbk. Pada 2019, perusahaan farmasi milik negara itu berhasil mencetak laba setelah tiga tahun menderita kerugian. - indofarma.id

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyiapkan langkah-langkah untuk dapat memproduksi sejumlah obat untuk virus corona guna memenuhi kebutuhan di tengah lonjakan kasus positif.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Kementerian BUMN melalui PT Indofarma Tbk (INAF) tengah mengurus perizinan untuk dapat memproduksi beberapa obat-obatan yang digunakan dalam terapi penyembuhan pasien Covid-19.

Macam-macam obat yang tengah diproses perizinan produksinya adalah Oseltamaivir, Fapiviravir dan Remdesivir. Erick mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk menjaga kebutuhan obat untuk terapi pasien virus corona.

“Kami sedang urus prosesnya untuk bisa produksi 3 obat ini sendiri. September nanti kami akan mendapatkan lisensi,” katanya dalam konferensi pers setelah mengunjungi Pabrik Indofarma di Cikarang, Senin (21/6/2021).

Adapun, terkait ketersediaan 3 jenis obat tersebut, Erick mengatakan persediaan obat Oseltamaivir dan Fapiviravir masih mencukupi. Sementara itu, persediaan obat Remdesivir saat ini masih terbatas.

Kendati demikian, ia mengatakan pihaknya telah melakukan pengadaan stok baru dalam waktu dekat. Hal ini akan memastikan persediaan obat Remdesivir mencukupi dalam beberapa waktu mendatang.

“Kami sudah melakukan pengadaan lagi, tanggal 19, 28, dan 30 Juni nanti akan ada stok baru obat ini (Remdesivir),” lanjutnya.

Adapun, Erick juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus meningkatkan penerapan protokol kesehatan di tengah lonjakan kasus positif virus corona di Indonesia. Kebiasaan seperti menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker harus terus dilakukan.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk mematuhi pengetatan PPKM mikro yang dimulai besok untuk menekan angka penyebaran.

“Masyarakat juga harus ikut terlibat dalam upaya-upaya ini, karena pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofarma Covid-19
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top