Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Reliance Sekuritas: Gerak IHSG Terbatas, Cermati ACES hingga TINS

Secara teknikal IHSG bergerak tertahan pada level Moving Average 50 hari setelah sempat break dan menuju penutupan gap yang terbentuk pekan lalu. 
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  07:08 WIB
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI)  di Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung berjalan di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (25/9/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Reliance Sekuritas memperkirakan penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) bisa saja tidak berlanjut hari ini karena sejumlah indikator teknikal menunjukkan tren bearish.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menjelaskan secara teknikal IHSG bergerak tertahan pada level Moving Average 50 hari setelah sempat break dan menuju penutupan gap yang terbentuk pekan lalu. 

Meskipun demikian bayangan bearish masih cukup terasa yang mana momentum dari indikator RSI dan pergerakan indikator stochastic memberikan arah sinyal yang negatif.

“Ditambah penurunan akselerasi histogram pada indikator MACD menambah kekhawatiran adanya pelemahan hingga penutupan gap dipergerakan mendatang,” tulis Lanjar dalam riset harian, Kamis (10/6/2021).

Lanjar pun memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung tertahan pada perdagangan selanjutnya dengan support resistance 6.000–6.088 dengan saham pilihan ACES, ANTM, BDMN, BNGA, BSDE, INCO, PWON, dan TINS.

Menutup perdagangan Rabu (9/6/2021), IHSG parkir di posisi 6.047,47 atau menguat 0,80 persen. Saham sektor transportasi, teknologi, material dasar, dan industri hingga keuangan terpantau memimpin penguatan.

“Investor terlihat optimis menyambut aksi korporasi emiten seperti dividen hingga merger yang terus mulai agresif ditengah masa pemulihan akan krisis kesehatan 2020,” tulis Lanjar.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top