Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Minyak Mendingin Setelah Naik Tiga Pekan Berturut-turut

Perekonomian Amerika Serikat dan China bersama sejumlah negara Eropa terlihat mulai rebound dari pandemi seiring dengan vaksinasi yang dijalankan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 17 Mei 2021  |  09:42 WIB
Harga Minyak Mendingin Setelah Naik Tiga Pekan Berturut-turut
Tempat penyimpanan minyak di Pelabuhan Richmond in Richmond, California - Bloomberg / David Paul Morris
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak bergerak stabil setelah menguat selama tiga pekan berturut-turut didorong pemulihan permintaan di beberapa wilayah. Permintaan yang lebih tinggi itu mencerminkan optimisme konsumsi yang lebih tinggi walaupun pandemi Covid-19 masih bercokol di beberapa negara Asia.

Mengutip Bloomberg pada Senin (17/5/2021), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Juni melemah 9 sen menjadi US$65,28 per barel di New York Mercantille Exchange pada pukul 08.41 waktu SIngapura. 

Harga sempat menanjak 2,4 persen pada Jumat (14/5/2021) dan selama sepekan harga minyak sudah menguat 0,7 persen.

Harga minyak Brent kontrak pengiriman Juli turun 10 sen menjadi US$68,61 per barel di ICE Futures Europe Exchange setelah menguat 2,5 persen pada Jumat (14/5/2021).

Adapun, perekonomian Amerika Serikat dan China bersama sejumlah negara Eropa terlihat mulai rebound dari pandemi seiring dengan vaksinasi yang dijalankan.

Timespread minyak Brent yagn menjadi acuan global juga melebar dalam tren bullish yang memberi sinyal ada pengetatan [pasokan] di pasar [karena kenaikan permintaan],” tulis Bloomberg, dikutip Senin (17/5/2021).

Sementara itu, pasokan bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) terpantau kembali normal setelah Colonial Pipeline Co. melanjutkan produksi. Namun, disrupsi bahan bakar diperkirakan tetap akan terjadi di beberapa wilayah AS bagian timur dan selatan.

Lebih lanjut, harga minyak tampaknya berhasil menembus kisaran terdekat di US$60 per barel dan diperkirakan bakal terus melanjutkan momentum kenaikannya.

Namun, tetap perlu diingat bahwa beberapa negara di dunia masih jauh dari kata pemulihan ekonomi seperti di India, Singapura, dan Taiwan.

Selain itu, prospek aliran minyak dari Iran juga menjadi tantangan bagi pergerakan harga minyak. Saat ini, Iran masih berusaha untuk keluar dari sanksi nuklir dan perundingan masih berlangsung dengan hasil yang belum dapat dipastikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas harga minyak mentah wti
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top