Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Habis Libur Lebaran, Rupiah Ditutup Melemah

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level 14282,50 setelah terdepresiasi 85 poin atau 0,60 persen hari ini. Di waktu yang sama indeks dolar AS tengah menguat 0,04 persen ke level 90,36.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 17 Mei 2021  |  15:32 WIB
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Rupiah ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin (17/5/2021) seiring penguatan indeks dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level 14282,50 setelah terdepresiasi 85 poin atau 0,60 persen hari ini. Di waktu yang sama indeks dolar AS tengah menguat 0,04 persen ke level 90,36.

Rupiah menjadi mata uang Asia yang melemah paling dalam. Meskipun begitu, mata uang Garuda bukan satu-satunya mata uang Asia yang melemah.

Hari ini mayoritas mata uang Asia lainnya pun terdepresiasi, seperti won Korea Selatan yang melemah 0,55 persen, dolar Taiwan yang turun 0,47 persen, baht Thailand yang turun 0,25 persen, dan ringgit Malaysia yang turun 0,25 persen.

Direktur TFRX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan dolar di antara mata uang Asia salah satunya disebabkan kekhawatiran mengenai wabah gelombang baru di Asia, yang memicu kebijakan lockdown kembali di beberapa negara seperti Singapura dan Taiwan.

Begitu pula dari dalam negeri Ibrahim menyebut pasar terus memantau perkembangan kasus Covid-19 di dalam negeri meski belakangan ini secara angka pertambahan kasus Covid-19 di Indonesia melandai.

“Namun masuknya berbagai varian mutan dan adanya fenomena mudik meski dilarang jelas patut untuk diwaspadai,” kata Ibrahim dalam riset harian, Senin (17/5/2021).

Ibrahim mengatakan pelaku pasar khawatir dengan konsekuensi yang timbul dari periode libur Lebaran. Sebab, jika berkaca pada India keteledoran harus dibayar dengan mahal dengan adanya tsunami pandemi.

“Singapura, Thailand sudah di lock down selama 1 bulan ke depan, Malaysia di lakukan locdown antara kabupaten. Indonesia harus tetap siaga agar wabah varian tidak menyebar dan perlu adanya kerjasama antara Pemerintah dan masyarakat yang melakukan mudik lebaran,” kata Ibrahim lagi.

Menurutnya, terlalu dini apabila pemerintah melakukan pelonggarkan pengetatan dan ini dapat berakibat fatal. Pun, arus mudik dan arus balik ini menjadi momok bagi perekonomian maupun pasar.

Lebih lanjut, terkait dengan kondisi ini Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka dan ditutup melemah di rentang Rp14.270 - Rp14.330 pada perdagangan esok hari, Selasa (17/5/2021). 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs dolar as Rupiah
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top