Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harum Energy (HRUM) Borong Lagi Saham Nickel Mines Setara Rp504,56 Miliar

Nilai transaksi itu mencapai 45,03 juta dolar Australia atau setara Rp504,56 miliar dengan asumsi kurs tengah Bank Indonesia Rp11.203,68 per dolar Australia.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 17 Mei 2021  |  18:21 WIB
Harum Energy (HRUM) Borong Lagi Saham Nickel Mines Setara Rp504,56 Miliar
Kegiatan operasional di tambang batu bara yang dikelola oleh PT Harum Energy Tbk. - harumenergy
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pertambangan batu bara, PT Harum Energy Tbk., kembali menambahkan kepemilikan sahamnya di Nickel Mines Limited.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten berkode saham HRUM itu kembali membeli saham Nickel Mines Limited sebanyak 51.256.292 atau 51,25 juta saham.

Nilai transaksi itu mencapai 45,03 juta dolar Australia atau setara Rp504,56 miliar dengan asumsi kurs tengah Bank Indonesia Rp11.203,68 per dolar Australia.

Adapun, transaksi itu dilakukan pada 12 Mei 2021.

“Dengan demikian, per tanggal 12 Mei 2021 perseroan memiliki 6,737 persen dari seluruh modal ditempatkan dalam Nickel Mines Limited,” tulis Direktur Utama Harum Energy Ray A. Gunara dikutip dari keterbukaan informasi, Senin (17/5/2021).

Untuk diketahui, sejak tahun lalu HRUM rajin memborong saham Nickel Mines Limited.

Nickel Mines Limited merupakan perusahaan terdaftar di Bursa Efek Australia yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan nikel.

Nickel Mines memegang kepemilikan 80 persen terhadap PT Hengjaya Mineralindo, perusahaan yang melakukan eksplorasi nikel di daerah Sulawesi Tengah, tepatnya di kawasan Morowali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harum energy tbk hrum
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top