Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wall Street Akhiri Pelemahan Tiga Hari Berturut-turut

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 1,29 persen ke level 34.021,43, sedangakan indeks S&P 500 menguat 1,22 persen ke 4.112,50 dan Nasdaq Composite menguat 0,72 persen ke 13.124,99.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 Mei 2021  |  05:58 WIB
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) menghentikan pelemahan tiga hari berturut-turut pada perdagangan Kamis (13/5/2021) saat fokus investor beralih ke kinerja perusahaan kelas menengah.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 1,29 persen ke level 34.021,43, sedangakan indeks S&P 500 menguat 1,22 persen ke 4.112,50 dan Nasdaq Composite menguat 0,72 persen ke 13.124,99.

Sektor industri dan finansial memimpin kenaikan di S&P 500, sementara produsen energi melemah menyusul penurunan harga minyak mentah. Indeks Nasdaq menguat di bawah indeks lainnya setelah saham Tesla Inc. tergelincir karena Chief Executive Officer Elon Musk mengatakan produsen mobil listrik itu menghentikan sementara pembelian menggunakan Bitcoin.

Pada akhir perdagangan, Coinbase Global Inc. merosot karena platform perdagangan cryptocurrency terbesar di AS tersebut melaporkan pendapatan di bawah perkiraan Wall Street.

“Kami lebih mengandalkan saham siklis bervaluasi kecil sejak tahun lalu,” kata kepala strategi investasi Northwestern Mutual Wealth Management Brent Schutte, seperti dikutip Bloomberg.

“Perkiraan kami adalah ada siklus penguatan yang akan mengarah pada ekspansi pasar, dan itulah yang Anda lihat. Keyakinan kami terhadap proyeksi tersebut tidak goyah sedikitpun,” lanjutnya.

Keyakinan atas kebangkitan ekonomi di tengah berlanjutnya stimulus Federal Reserve mulai tersendat. Data pada Kamis menunjukkan indeks harga produsen naik lebih dari perkiraan di bulan April, dan sedangkan klaim pengangguran turun.

Meskipun sejumlah investor bersikeras bahwa lonjakan inflasi hanya bersifat sementara, pasar melakukan lindung nilai terhadap kemungkinan bahwa laju kenaikan inflasi dapat bertahan dan memaksa bank sentral untuk mengambil tindakan.

Para pejabat bank sentral telah mencoba untuk menyampaikan pesan bahwa mereka melihat lonjakan inflasi tahun bersifat sementara, berbeda dengan kekhawatiran Wall Street terhadap harga yang tak terkendali.

Anggota dewan Gubernur the Fed Christopher Waller mengatakan kenaikan inflasi atas target 2 persen bank sentral seharusnya bersifat sementara, tetapi mungkin berlangsung hingga 2022.

“Fakta bahwa klaim pengangguran mencapai titik terendah era pandemi lainnya menunjukkan bahwa kami semakin mendekati pembukaan perekonomian secara penuh, yang tidak diragukan lagi merupakan hal yang baik,” kata direktur pelaksana strategi investasi E*Trade Financials Mike Loewengart.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top