Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lepas Pertemuan The Fed, Harga Emas Kembali Bersinar

Harga emas naik pada posisi tertinggi dalam satu sesi perdagangan seiring dengan pelemahan imbal hasil obligasi AS atau US Treasury.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 29 April 2021  |  11:33 WIB
Karyawati menunjukkan replika logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (6/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati menunjukkan replika logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (6/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas berhasil rebound menyusul pernyataan Gubernur The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell yang mempertahankan suku bunga acuan dan program pembelian obligasi.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (29/4/2021), harga emas di pasar Spot sempat menguat hingga 0,27 persen pada level US$1.786,57 per troy ounce. Sementara itu, harga emas Comex juga terpantau menguat 0,63 persen pada posisi US$1.785,10 per troy ounce.

Harga emas naik pada posisi tertinggi dalam satu sesi perdagangan seiring dengan pelemahan imbal hasil obligasi AS atau US Treasury. Koreksi imbal hasil tersebut memicu kenaikan permintaan terhadap aset logam mulia tersebut, yang tidak memiliki bunga.

Di sisi lain, nilai tukar dolar AS juga terpantau melemah setelah pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell pascapertemuan bulanan bank sentral AS tersebut selama dua hari. Powell mengatakan pemulihan ekonomi yang signifikan masih memerlukan waktu yang cukup panjang.

Adapun harga emas telah menguat dari level terendahnya dalam sembilan bulan pada Maret lalu. Aset safe haven ini telah mencatatkan penguatan selama tiga pekan beruntun seiring dengan melandainya imbal hasil US Treasury dan tren koreksi dolar AS.

Sementara itu, The Fed juga meningkatkan outlook terhadap perekonomian AS dan menyebutkan kenaikan inflasi lebih disebabkan oleh faktor transisional. The Fed juga mempertahankan suku bunganya didekat 0 persen dan akan melanjutkan program pembelian obligasi sebesar US$120 miliar per bulan.

The Fed juga mengatakan, sejumlah risiko masih membayangi outlook perekonomian saat ini. Meski demikian, beberapa sektor yang terkena dampak signifikan pandemi virus corona telah menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Head of Metals Derivatives Trading di BMO Capital Markets, Tai Wong mengatakan, pernyataan Powell sekaligus mengkonfirmasi ketegasan The Fed untuk melanjutkan kebijakan-kebijakan dovishnya. Sebelumnya, pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS tersebut akan mulai mengubah program-programmnya seiring dengan pemulihan ekonomi.

“Sejauh ini dampak signifikan sentimen ini terhadap kelanjutan kenaikan harga emas belum terlihat. Namun, penguatan ini memberikan kelegaan bagi pelaku pasar yang bullish terhadap emas,” katanya dikutip dari Bloomberg.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini harga emas comex federal reserve fomc
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top